PWA DIY Mulai Pembangunan Masjid Nashir Mir Abdullah Nuri di Pusdiklat Haji dan Umrah 'Aisyiyah DIY

PWA DIY Mulai Pembangunan Masjid Nashir Mir Abdullah Nuri di Pusdiklat Haji dan Umrah 'Aisyiyah DIY

Smallest Font
Largest Font

BANTUL – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memulai pembangunan Masjid Nashir Mir Abdullah Nuri dalam Peletakan Batu Pertama di Kompleks Pusdiklat Haji dan Umrah PWA DIY, Tamanan, Banguntapan, Bantul, hari Ahad (23/2). Acara ini dihadiri PP ‘Aisyiyah, segenap PWM dan PWA DIY serta majelis dan lembaga, perwakilan PDM se-DIY, perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di DIY, Lurah Tamanan, perwakilan keluarga wakif, serta warga Muhammadiyah Ranting Tamanan.

Pembangunan Masjid Nashir Mir Abdullah Nuri ini merupakan bagian dari usaha untuk mengembangkan Pusdiklat Haji dan Umrah  PWA DIY. Nama masjid ini diambil dari salah satu donatur dari Arab Saudi yang menyumbang banyak untuk pembangunan masjid ini.

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY, Dr. Widiastuti, S.Ag., M.M. mengatakan dibangunnya Masjid Nashir Mir Abdullah Nuri sebagai perwujudan visi masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. 

“Muhammadiyah memiliki visi luar biasa, yakni masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Perwujudan ini dilaksanakan dalam berbagai hal, termasuk membangun sekolah, sosial keumatan. Dalam hal ini diimplementasikan salah satunya membangun pusdiklat haji,” ucapnya.

Untuk bisa mewujudkan visi tersebut, tentunya membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. Apalagi ini terkait urusan haji dan umrah yang melibatkan masyarakat secara luas, sehingga Widiastuti mengajak semuanya untuk menyatukan niat dan tekad bersama dalam pembangunan masjid ini.

“Insya Allah diberi kemudahan dalam memajukan umat Islam. Pembangunan masjid dan pusdiklat sebagai upaya dakwah amar ma'ruf nahi Munkar Muhammadiyah dan diupayakan untuk umat,” lanjutnya.

Kemudian, Ketua PWM DIY Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A. dalam tausiahnya menjelaskan usaha KH. Ahmad Dahlan mewujudkan nilai-nilai Islam dalam awal pembentukan Muhammadiyah itu dipahami sebagai Islam yang betul-betul hadir di manapun dan kapanpun. Menurutnya, itulah salah satu cara berhasil pemahaman Kiai Dahlan dalam memahami Al Qur'an dan Sunnah sehingga terwujud ke amal shalihnya.

Dari sini, bisa dipahami kalau Muhammadiyah dalam berislam tampak sekali mengedepankan rasional, progresif, modern, serta Islam yang dipahami dengan kemajuan zaman. Inilah DNA yang terus dipelihara Muhammadiyah untuk memajukan bangsa dan umat.

“Orang kalau sudah bermuhammadiyah itu punya konsekuensi, mengokohkan akidah, meluruskan ibadah, mengoptimalkan amah Sholih, dan menggembirakan dalam berjamaah dan berorganisasi. Semua dakwah Muhammadiyah tidak lepas dari 4 konsekuensi itu,” jelas Ikhwan.

Terkait pembangunan masjid, Ikhwan menyampaikan hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah : 738 dari Jabir bin Abdullah ra. Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: 

"Barangsiapa membangun masjid karena Allah sebesar sarang burung atau lebih kecil, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (Dishahihkan oleh Al-Albany)

Dari hadis tersebut, Ikhwan mengatakan jika ini kesempatan bagi seluruh warga Muhammadiyah untuk bisa berinvestasi di akhirat melalui pembangunan masjid, salah satunya Masjid Nashir Mir Abdullah Nuri Pusdiklat Haji dan Umrah PWA ‘Aisyiyah DIY.

“Ini investasi yang tidak keliru dan royalti yang diterima tak akan berhenti. Kita adalah orang yang terpilih untuk berinvestasi di Akhirat dan Allah akan ganti secara maksimal di Akhirat nanti,” tuturnya.

Apalagi, momentum peletakan batu pertama ini berdekatan dengan bulan Ramadan. Sehingga, ini kesempatan bagi para warga Muhammadiyah untuk berdonasi ke pembangunan Nashir Mir Abdullah Nuri.

“Ramadan momentum transformasi agar menjadi lebih baik dan meninggikan derajat di hadapan Allah. Mental disiapkan, kesehatan disiapkan, persiapkan modal untuk infak, bulan Ramadan bulan spesial dimana segala amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah,” jelasnya. 

Masjid Nashir Mir Abdullah Nuri dibangun di atas tanah seluas 900m², wakaf dari keluarga Herry Zudianto, dan diharapkan bisa selesai pada Desember 2025. Untuk bisa menjalankan pembangunan Masjid Nashir Mir Abdullah Nuri, membutuhkan biaya sekitar 1,8 milyar Rupiah. Saat ini, biaya yang terkumpul sekitar 960 juta, dan masih kurang 800 juta.

Bagi yang ingin berdonasi, bisa melalui transfer ke nomor rekening Bank Muamalat 5320017778 a/n Panitia Pembangunan Masjid Pusdiklat Haji Umroh PWA DIY atau ke nomor rekening BPD DIY Syariah 801241006820 a/n Panitia Pembangunan Masjid Pusdiklat Haji PWA DIY. Untuk konfirmasi pembayaran dan info lebih lanjut bisa menghubungi 08122799170 (Nur Rosyidah).

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow