Prof Hamim Ilyas Wafat, Muhammadiyah Kehilangan Sosok Alim dan Cendekiawan
BANTUL — Keluarga besar Muhammadiyah berduka atas wafatnya Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Hamim Ilyas, Sabtu (23/5) pukul 01.40 WIB di RSA UGM, Gamping, Sleman.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Prof. Hamim yang dinilainya sebagai sosok alim, sederhana, dan berakhlak luhur.
“Atas nama PP Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah, kami mengucapkan belasungkawa dan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara kami Prof. Hamim Ilyas. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” kata Haedar dalam prosesi pelepasan jenazah dari kediaman pribadi almarhum di Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (23/5).
Menurut Haedar, Prof. Hamim dikenal sebagai pribadi yang pendiam, namun memiliki keramahan dan keteladanan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Sosoknya juga dikenal luas di lingkungan Muhammadiyah sebagai cendekiawan yang konsisten mengembangkan pemikiran Islam berkemajuan.
“Beliau adalah sosok yang sederhana, pendiam, tetapi ramah sejati. Etikanya luhur sekali sehingga kita menyebutnya sebagai sosok yang agung dan luhur. Dalam keilmuan beliau juga sangat dikenal,” ujarnya.
Selama memimpin Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Hamim banyak terlibat dalam pengembangan tarjih, ijtihad, dan pembaruan pemikiran Islam yang dinilai relevan dengan tantangan zaman. Pemikirannya menjadi bagian penting dalam penguatan gagasan Islam Berkemajuan di Muhammadiyah.
Haedar mengatakan wafatnya Prof. Hamim bukan hanya kehilangan seorang ulama, tetapi juga kehilangan intelektual dan penggerak dakwah yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk ilmu pengetahuan, umat, dan persyarikatan.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga mengingatkan tentang hadis Nabi Muhammad ﷺ mengenai amalan yang tidak terputus setelah seseorang wafat, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.
Kepergian Prof. Hamim Ilyas meninggalkan jejak pengabdian yang mendalam bagi Muhammadiyah. Pemikiran, keteladanan, dan dedikasinya dinilai akan terus menjadi bagian dari warisan intelektual dan dakwah persyarikatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow