PP Muhammadiyah dan KBRI Yaoundé Jajaki Kerja Sama Pendidikan hingga Kesehatan

PP Muhammadiyah dan KBRI Yaoundé Jajaki Kerja Sama Pendidikan hingga Kesehatan

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjajaki kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaoundé di bidang pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dakwah, dan kesukarelawanan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Kamerun dan kawasan Afrika Tengah.

Penjajakan tersebut dibahas dalam kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, ke Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10). Kunjungan itu diterima oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, dan Anggota Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Bunyan Saptomo.

Agung menjelaskan bahwa Kamerun memiliki komunitas Muslim yang diperkirakan berjumlah 8–9 juta jiwa dari total sekitar 30 juta penduduk. Komunitas tersebut antara lain tersebar di wilayah utara dan barat Kamerun. Di negara itu juga terdapat sejumlah lembaga pendidikan dan layanan sosial yang berpotensi menjadi ruang kolaborasi.

Menurut Agung, pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan kesukarelawanan dapat menjadi modal untuk mendukung pengembangan masyarakat di Kamerun.

“Saya melihat bahwa Muhammadiyah merupakan best practice, contoh yang sangat bagus untuk meningkatkan keberdayaan sosial dan ekonomi dengan berlatarbelakangkan keislaman,” ujar Agung.

Ia mengatakan, sejumlah organisasi Islam di Kamerun membutuhkan dukungan untuk mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesukarelawanan. Karena itu, KBRI Yaoundé berupaya menghubungkan organisasi-organisasi tersebut dengan organisasi kemasyarakatan di Indonesia yang memiliki pengalaman di bidang terkait.

Agung juga berharap kerja sama tersebut dapat mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Kamerun sekaligus memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan kehidupan keislaman yang moderat.

“Kita mengembangkan moderasi Islam, mengoneksikan moderasi Islam ala Indonesia dengan berbagai model keislaman yang ada di Afrika,” tuturnya.

Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, menyambut baik penjajakan tersebut. Ia menilai terdapat sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan bersama, terutama pendidikan, kesehatan, dan kesukarelawanan.

“Ada beberapa hal yang menurut saya menarik untuk bisa dikerjasamakan antara Kedutaan Besar Indonesia di Yaoundé dengan Muhammadiyah,” jelas Izzul.

Ia juga menyampaikan kemungkinan pelibatan generasi muda Muhammadiyah dalam kegiatan kesukarelawanan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Kamerun dan kawasan sekitarnya. Namun, bentuk dan pelaksanaan kegiatan tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut.

Menurut Izzul, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dapat melengkapi hubungan antarpemerintah dengan memperkuat interaksi dan kerja sama langsung antara masyarakat Indonesia dan Kamerun.

Penjajakan ini sejalan dengan semangat Risalah Kesemestaan Muhammadiyah untuk memperluas kerja sama lintas negara. Melalui bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, dan kegiatan sosial kemanusiaan, Muhammadiyah berupaya memperluas kontribusi bagi masyarakat internasional.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow