Pemuda Muhammadiyah DIY Dorong Peran Strategis Pemuda dalam Pembangunan Desa
YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWPM DIY) menggelar Diskusi Penguatan Kapasitas dengan mengangkat tema “Menyemai Sinar Kecil dari Desa: Menata Ulang Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa”, pada malam Ahad (17/1), di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No. 130 B, Rejowinangun, Kota Yogyakarta.
Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Mulai dari Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Muhammad Khoirul Huda, M.Pd., Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY Faishol Muslim, S.IP., M.Si., serta dua Anggota Komisi A DPRD DIY Arif Kurniawan dan Sigit Nursyam P.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan Pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan pembangunan desa yang kian kompleks. PWPM DIY menegaskan bahwa desa merupakan tulang punggung pembangunan nasional, sehingga membutuhkan peran aktif dan berkelanjutan dari generasi muda.
Diskusi ini menjadi penegas komitmen PWPM DIY dalam menyiapkan kader pemuda yang tidak hanya kritis dalam gagasan, tetapi juga siap hadir sebagai solusi bagi pembangunan desa.
Wakil Ketua PWPM DIY Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kemitraan Strategis, Muhammad Farid Hadiyanto, menyampaikan bahwa diskusi ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berlanjut dalam bentuk kolaborasi nyata dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD DIY.
“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan dan melibatkan banyak kolaborator. Salah satunya adalah aksi bersama untuk mengkaji Perda Miras dengan DPRD DIY,” ujarnya.
Farid menekankan pentingnya penguatan peran pemuda di desa sebagai bagian dari kader Muhammadiyah yang siap terjun langsung di masyarakat. Menurutnya, hasil diskusi ini perlu ditindaklanjuti dengan edukasi kebijakan desa, pengkajian regulasi pemerintah, serta pemetaan peluang gerak pemuda di tingkat desa.
PWPM DIY, lanjut Farid, juga telah menginisiasi program Sekolah Kader Bangsa sebagai upaya menyiapkan kader Muhammadiyah yang mampu berdiaspora di berbagai lembaga pemerintahan, termasuk di desa.
“Kader Muhammadiyah jangan kagok saat terjun ke masyarakat. Mentalnya jangan jago kandang. Kita harus siap berkiprah lintas bidang, dengan integritas dan akhlak mulia sesuai kepribadian Muhammadiyah, di manapun dan kapanpun,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, Dr. Iwan Setiawan, M.S.I., mengapresiasi PWPM DIY yang tetap konsisten menggelar diskusi strategis meski dilaksanakan pada malam Ahad yang dikenal sebagai waktu untuk istirahat dan santai. Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan desa saat ini.
“Pemuda sangat dibutuhkan perannya di desa, terutama dalam pemberdayaan ekonomi dan pemanfaatan teknologi. Tidak mudah menemukan pemuda yang benar-benar peduli terhadap pembangunan desa,” ungkapnya.
Ia berharap melalui diskusi ini, para peserta memperoleh pengetahuan dan perspektif baru yang dapat dipraktekkan secara nyata dalam membangun desa yang berkemajuan dan berdaya saing.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow