Pemikiran Zakat Fitrah Sepanjang Tahun Jadi Warisan Hamim Ilyas

Pemikiran Zakat Fitrah Sepanjang Tahun Jadi Warisan Hamim Ilyas

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Duka atas wafatnya Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, terus mengalir dari berbagai tokoh Muhammadiyah. Dalam acara takziyah virtual yang digelar Ahad (24/5), sejumlah pimpinan dan kolega mengenang almarhum sebagai sosok ulama yang rendah hati, berpikiran maju, dan tetap dekat dengan masyarakat.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengenang kedekatannya dengan Hamim Ilyas sejak keduanya aktif di Lazismu PP Muhammadiyah. Sebelum memimpin Majelis Tarjih dan Tajdid, Hamim pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah Lazismu.

Menurut Hilman, Hamim Ilyas mampu memberikan pandangan yang solutif dalam menghadapi persoalan pengelolaan zakat yang kompleks. Salah satu gagasan yang paling diingat adalah distribusi zakat fitrah sepanjang tahun.

Ia menjelaskan, Lazismu kerap menerima zakat dalam jumlah besar pada malam takbiran sehingga distribusinya tidak mudah dilakukan dalam waktu singkat. Dalam situasi itu, Hamim Ilyas menawarkan pendekatan agar manfaat zakat fitrah bisa dirasakan masyarakat miskin secara lebih berkelanjutan.

“Orang fakir dan miskin tidak hanya diberikan kemaslahatan satu atau dua hari tapi bisa sepanjang tahun,” ujar Hilman.

Selain itu, Hilman juga menyoroti kemampuan Hamim Ilyas dalam bidang muamalah dan ekonomi syariah. Meski berlatar belakang studi tafsir Al-Qur’an, almarhum dinilai mampu memahami persoalan syariah modern secara mendalam.

Ia juga mengapresiasi karya Hamim Ilyas berjudul Fikih Akbar yang dinilai menggambarkan praktik Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyebut Hamim Ilyas sebagai akademisi dan guru yang sederhana serta menginspirasi.

Menurut Bachtiar, Hamim sudah layak menyandang gelar profesor jauh sebelum pengukuhan resminya sebagai guru besar.

“Beliau sesungguhnya sudah sangat layak menjadi profesor,” katanya.

Bachtiar juga mengenang keterlibatan Hamim Ilyas dalam kegiatan kaderisasi Muhammadiyah, khususnya dalam program Baitul Arqam yang digelar bersama Majelis Tarjih.

Ia menilai Hamim Ilyas memiliki semangat besar dalam memperkuat ideologisasi Muhammadiyah meski kondisi fisiknya mulai menurun.

Kesaksian lain datang dari Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dahwan Mukhrodji. Sebagai sahabat sekaligus tetangga dekat, Dahwan mengatakan Hamim Ilyas tetap aktif di tingkat ranting meskipun memegang amanah di tingkat pusat.

Menurutnya, Hamim tetap terlibat dalam kegiatan masjid dan aktivitas kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pak Hamim juga tetap aktif di tingkat ranting, mengelola masjid, dan banyak kegiatan yang beliau lakukan di perkampungan,” ujarnya.

Melalui berbagai kesaksian tersebut, Hamim Ilyas dikenang bukan hanya sebagai intelektual Islam dan pemikir Muhammadiyah, tetapi juga sosok yang membumi, sederhana, dan konsisten mengabdikan diri untuk umat hingga akhir hayatnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow