Muhammadiyah Resmikan Klinik Rawat Inap Pratama UMSURA, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Muhammadiyah Resmikan Klinik Rawat Inap Pratama UMSURA, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Smallest Font
Largest Font

SURABAYA — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Saad Ibrahim, M.A. meresmikan Klinik Rawat Inap Pratama Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Rabu (1/7) di Surabaya. Peresmian dilakukan bersama Rektor UMSurabaya, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., K.Kep., FISQua. sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan sekaligus mendukung pelaksanaan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Saad Ibrahim mengapresiasi perkembangan UMSurabaya yang dinilainya terus menunjukkan kemajuan. Ia menyoroti capaian kampus yang telah meraih akreditasi institusi unggul dan menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah yang berkembang di Indonesia.

Menurut Saad, kehadiran Klinik Rawat Inap Pratama merupakan langkah awal yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap layanan tersebut terus berkembang sehingga dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

"Langkah kecil ini diharapkan akan membesar dan semakin luas memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan Muhammadiyah berlandaskan semangat Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO), yang sejak awal menjadi dasar gerakan pelayanan sosial Muhammadiyah. Semangat tersebut, menurutnya, menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membantu kelompok yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

Sementara itu, Rektor UMSurabaya, Mundakir, mengatakan Klinik Rawat Inap Pratama merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, klinik tersebut akan melayani mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Selain menyediakan layanan kesehatan primer, fasilitas itu juga diharapkan dapat mendukung sistem kesehatan nasional melalui pelayanan yang profesional.

"Selain menjalankan fungsi pelayanan kesehatan, klinik ini juga menjadi sarana pendidikan dan praktik klinik bagi mahasiswa di bidang kesehatan," kata Mundakir.

Ia menambahkan, keberadaan klinik juga mendukung proses pendidikan dan penelitian yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, sehingga hasil pembelajaran dan riset dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow