Muhammadiyah Resmi Bentuk Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi
YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi mendirikan Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) melalui Surat Keputusan Nomor 127/KEP/I.0/B/2026. Pembentukan badan baru ini menandai penguatan komitmen Muhammadiyah dalam pelayanan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Surat keputusan tersebut diserahkan Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, pada Ahad (26/4) di Gedoeng Moehammadijah, Kota Yogyakarta. Setelah penyerahan SK, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama para pengelola Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendirian BPPGM sekaligus menjadi transformasi kelembagaan dari Koordinasi Nasional (Kornas) MBM menjadi badan amal usaha permanen di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.
Dengan perubahan itu, Muhammadiyah menegaskan bahwa pelayanan gizi masyarakat akan terus dijalankan, terlepas dari keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.
Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto menjelaskan, gerakan pelayanan gizi tersebut berakar pada teologi Al-Maun yang selama ini menjadi dasar gerakan sosial Muhammadiyah.
Menurutnya, kepedulian terhadap kelompok dhuafa, mustadh’afin, dan masyarakat rentan akan terus menjadi bagian dari misi Muhammadiyah.
“Muhammadiyah selalu mengedepankan aspek substansialnya. Kita fokus pada bagaimana implementasi pemenuhan gizi bagi kaum dhuafa, mustadh’afin, serta mereka yang membutuhkan,” ujar Agung.
Ia berharap BPPGM bersama seluruh SPPG di bawah koordinasinya dapat berkembang menjadi amal usaha baru yang berjalan dalam jangka panjang. Selain itu, badan ini juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi Muhammadiyah.
Pembentukan BPPGM menunjukkan langkah Muhammadiyah dalam memperluas pelayanan sosial, tidak hanya di bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow