Muhammadiyah Perkuat Jejaring Konsultan Pendidikan Global lewat Training of Trainer MGE
SLEMAN – Upaya Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan internasional bagi pelajar Indonesia terus menguat. Matahari Global Edu (MGE), menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) for Education Consultant pada Selasa (11/11) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalasan, Sleman.
Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan program studi luar negeri, tetapi menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak konsultasi pendidikan global di sekolah-sekolah dan kampus Muhammadiyah.
Direktur MGE, Agus Suroyo, M.Pd.I., menyebut ToT ini diikuti oleh sekitar 35 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, calon konsultan, dan perwakilan perguruan tinggi mitra seperti Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, dan STIKES Bojonegoro.
Selain itu, hadir pula perwakilan sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah, termasuk dari DIY, antara lain: SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah Prambanan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, SMK Muhammadiyah 1 Bantul, dan SMK Muhammadiyah 1 Moyudan.
Menurut Agus, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi konsultan pendidikan internasional yang digelar pada September lalu. “Kali ini penekanannya pada pendalaman. Kami ingin para trainer benar-benar memahami konsep dan mekanisme program sebelum menjadi pendamping di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Salah satu materi utama ToT adalah pemahaman konsep double track yang memungkinkan siswa menempuh kuliah di Indonesia sambil mengikuti pelatihan vokasi di Jerman (Ausbildung). Pemateri utama, Ir. Doddy Prismanda Kadarisman, menjelaskan bahwa Ausbildung bukan sekadar magang, melainkan sistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan industri.
“Peserta Ausbildung memperoleh insentif selama pelatihan dan mendapatkan sertifikat profesi setelah menyelesaikan program. Ini kesempatan besar bagi lulusan sekolah Muhammadiyah untuk berkarier di level internasional,” terangnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari teknis pelatihan, proses visa, hingga peluang kerja pascaprogram.
Hari kedua pelatihan difokuskan pada penguatan kerja sama dan pembahasan teknis, seperti mekanisme pembiayaan, keterlibatan orang tua, serta integrasi pembelajaran bahasa Jerman di sekolah.
Bagi peserta, ToT ini membuka wawasan baru. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Temanggung, Eni Nur Rofiah, menilai program ini dapat memperkuat citra sekolah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan yang siap menghadapi tantangan global.
“Saya jadi lebih memahami konsep dan peluang program ini. Sangat potensial untuk branding sekolah sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Dwi Yulianti, S.Pd.I., M.Pd.I., menekankan pentingnya kesinambungan program ini di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
“ToT ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi bagian dari gerakan besar untuk menyiapkan generasi muda Muhammadiyah agar memiliki orientasi global,” ujarnya.
Dengan pelatihan ini, MGE berharap lahir para trainer yang tidak hanya memahami administrasi dan teknis konsultasi pendidikan luar negeri, tetapi juga memiliki visi dakwah dan pemberdayaan melalui pendidikan lintas negara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow