Muhammadiyah Dorong Penguatan UMKM dan Islam Moderat dalam Silaturahmi di Garut
GARUT — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cibiuk, Kabupaten Garut, menggelar Silaturahmi Ba’da Idulfitri pada Jumat (10/4) di Pesantren Al-Furqon. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang halal bihalal, tetapi juga forum konsolidasi untuk memperkuat pemahaman keagamaan dan pengembangan ekonomi umat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya membangun Islam yang damai dan terbuka, sekaligus memperkuat ekonomi berbasis umat.
Dalam aspek keagamaan, Muhadjir menegaskan bahwa perbedaan penetapan Idulfitri merupakan bagian dari ijtihad yang tidak seharusnya dipersoalkan sebagai bentuk ketidaktaatan terhadap pemerintah. Ia mengajak umat menyikapi perbedaan dengan memperkuat silaturahmi agar tidak memicu konflik.
“Perbedaan Idulfitri bukan berarti tidak taat kepada pemerintah. Itu bagian dari tradisi ijtihad yang harus disikapi dengan bijak,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keterbukaan berpikir menjadi ciri penting gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid. Sikap tersebut dinilai penting agar organisasi tetap relevan di tengah dinamika zaman.
Dalam konteks global, Muhadjir menyinggung konflik di Timur Tengah dan menyampaikan bahwa Muhammadiyah mendukung penyelesaian damai melalui solusi dua negara sebagai pendekatan yang realistis. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepentingan nasional Indonesia, termasuk hubungan strategis dengan Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji.
Sementara dalam sektor ekonomi, Muhadjir menyoroti bahwa tantangan utama UMKM saat ini terletak pada akses pasar, bukan hanya produksi. Ia menilai Muhammadiyah perlu memperkuat jaringan distribusi dan pemasaran, termasuk melalui pengembangan ritel berbasis umat.
“Saat ini UMKM membutuhkan pasar yang jelas, baik secara konvensional maupun digital,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Muhammadiyah mendorong pengembangan Suryamart sebagai jaringan ritel untuk menampung dan mendistribusikan produk UMKM warga dalam satu ekosistem ekonomi yang terintegrasi.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi ini menjadi bagian dari agenda besar Muhammadiyah menjelang Muktamar di Medan, dengan harapan sektor ekonomi dapat menjadi salah satu pilar utama gerakan.
Di sisi lain, Ketua PCM Cibiuk, Yanto Asyatibi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Muhammadiyah untuk hadir di tengah masyarakat, baik dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah maupun pemberdayaan ekonomi.
“Silaturahmi ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman Islam yang damai sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme peserta, ditandai dengan diskusi aktif yang membahas berbagai tantangan, mulai dari isu keagamaan hingga persoalan ekonomi seperti akses pasar, permodalan, dan digitalisasi usaha.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow