MES dan KADIN DIY Siapkan Jogja Halal Festival #3, Bidik Pasar Global Lewat Kolaborasi Strategis
YOGYAKARTA — Setelah sukses menggelar dua penyelenggaraan sebelumnya, Jogja Halal Festival (JHF) bersiap memasuki babak baru. Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memperkuat kolaborasi untuk menyukseskan Jogja Halal Festival (JHF) #3 melalui pertemuan strategis yang digelar di Poenakawan Resto & Gallery, Yogyakarta, Selasa (30/6).
Pertemuan tersebut menghasilkan empat keputusan penting, yakni penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MES DIY dan KADIN DIY, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyelenggaraan JHF #3, penetapan susunan panitia, serta rapat perdana persiapan festival.
Ketua Dewan Pertimbangan KADIN DIY, Wawan Harmawan, membuka acara dengan mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan JHF edisi pertama dan kedua. Menurutnya, sinergi yang lebih kuat antara MES DIY dan KADIN DIY akan menjadi modal penting untuk membawa JHF #3 tampil lebih besar.
"JHF 1 dan JHF 2 telah berjalan dengan baik. Pada JHF 3 nanti, sinergi antara MES dan KADIN DIY diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan yang lebih sukses," ujarnya.
Ketua Panitia JHF 1, Rambe, mengenang tantangan saat menggelar festival perdana. Ia mengaku saat itu panitia dibayangi berbagai kekhawatiran karena belum memiliki pengalaman menyelenggarakan acara berskala besar.
Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bekal berharga. Ia optimistis JHF #3 akan semakin semarak karena akan dihadiri pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah dari berbagai daerah di Indonesia.
"Dulu kami penuh kekhawatiran karena ini pengalaman pertama. Sekarang seluruh Masyarakat Ekonomi Syariah dari berbagai wilayah akan hadir di Jogja untuk meramaikan JHF 3. Saya titip, seluruh panitia harus bekerja keras menyukseskan acara ini," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia JHF #3, Heroe Poerwadi, menegaskan bahwa festival tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pameran, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"JHF 3 bukan sekadar festival. Di baliknya ada misi besar membesarkan Masyarakat Ekonomi Syariah di Jogja. Karena itu diperlukan pleno pengurus secara lengkap agar program dapat disusun dengan tahapan yang jelas," tegasnya.
Ketua Umum MES DIY, Edy Suandi Hamid, menyebut kolaborasi dengan KADIN DIY sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri halal daerah.
Menurutnya, JHF #3 diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pengembangan produk halal, wisata halal, hingga sektor ekonomi syariah secara keseluruhan.
"KADIN DIY bersama MES DIY berkolaborasi dalam JHF 3 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi produk halal, termasuk wisata halal. KADIN merupakan pemain utama di dunia bisnis sehingga diharapkan dapat saling mendukung secara setara," ujarnya.
Ia juga menilai perkembangan festival halal di kawasan regional menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Yogyakarta untuk terus berbenah.
"Kita perlu mencermati perkembangan Mega Halal Festival di Bangkok. Namun itu menjadi stimulus agar kita semakin kuat memperjuangkan sektor kuliner halal, fesyen halal, pariwisata, pendidikan, dan berbagai produk halal lainnya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat DIY," katanya.
Dari sisi dunia usaha, Robby Kusumaharta menilai peluang ekspor produk halal DIY masih sangat terbuka meski menghadapi sejumlah tantangan.
"Potensi kita sangat besar, tetapi masih ada kendala dalam meningkatkan ekspor. Padahal Yogyakarta sudah memiliki bandara internasional, meski harus bersaing dengan Solo, Semarang, dan Bali," ujarnya.
Ia menambahkan, Yogyakarta sebagai kota jasa perlu memperkuat strategi storytelling agar semakin menarik wisatawan sekaligus mendorong aktivitas belanja produk lokal. Selain itu, KADIN DIY juga akan membangun komunikasi dengan Kementerian Perindustrian serta menjajaki dukungan dari Thailand untuk mendukung penyelenggaraan JHF #3.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dengan Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi. Selanjutnya ditandatangani PKS oleh Wakil Ketua Umum MES DIY, Priyonggo Susesno, bersama Heroe Poerwadi selaku Wakil Ketua KADIN DIY Bidang Ekonomi Syariah.
Pada kesempatan yang sama, struktur kepanitiaan JHF #3 juga resmi ditetapkan. Ahmad Syauqi Soeratno dipercaya sebagai Ketua Steering Committee (SC) dengan didampingi Budiharto Setyawan sebagai Wakil Ketua.
Jogja Halal Festival merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkuat ekosistem UMKM halal, industri halal, dan wisata syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kolaborasi MES DIY dan KADIN DIY, JHF #3 diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk halal Yogyakarta hingga menembus pasar global.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow