Kuatkan Tabligh Komunitas Muallaf PCA Turi, 'Aisyiyah DIY Dorong Dakwah Mencerahkan dan Gembira
SLEMAN — Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY kembali melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tabligh Komunitas. Memasuki agenda keempat pada September–Oktober 2026, Monev kali ini menyambangi Komunitas Pengajian Muallaf An-Nuur MTK Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman.
Pengajian berlangsung di Musala An-Nuur, Pancoh, Girikerto, Turi, Sleman, Rabu (30/9), yang menjadi pusat aktivitas komunitas. Kegiatan dihadiri unsur MTK PWA DIY, PDM Sleman, MTK PDA Sleman, PCA Turi, Penyuluh Agama Kapanewon Turi, serta pengurus dan jamaah Komunitas Muallaf An-Nuur MTK PCA Turi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah dan Senam ‘Aisyiyah Bahagia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan sharing bersama sebagai bagian dari Monev MTK PWA DIY.
Ketua Komunitas Pengajian Muallaf An-Nuur MTK PCA Turi, Dra. Hj. Siti Aminah, menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan Monev yang bertepatan dengan kegiatan rutin komunitas setiap Rabu di Musala An-Nuur.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk semakin meningkatkan semangat tholabul ilmi sekaligus mempererat silaturahmi antarjamaah.
“Alhamdulillah, Monev Tabligh Komunitas dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin komunitas. Ini menambah semangat untuk tholabul ilmi dan bersilaturahmi,” ujarnya.
Aminah yang juga Ketua MTK PDA Sleman menjelaskan, Komunitas Pengajian Muallaf An-Nuur memiliki beragam kegiatan. Di antaranya pengajian penguatan akidah dan ibadah, belajar membaca serta tadarus Al-Qur’an, belajar bacaan salat beserta artinya, hingga mengikuti pengajian bersama dalam rangka Hari Ber-Muhammadiyah Sleman di Berbah.
Selain kegiatan keagamaan, komunitas juga mengembangkan usaha ekonomi produktif, seperti pembuatan keripik dan egg roll olahan salak, produksi jamur tiram, serta pembuatan sabun. Komunitas juga mengadakan kegiatan insidental, seperti rihlah ke Boyolali untuk mengikuti manasik haji.
Keterlibatan jamaah dalam gerakan ‘Aisyiyah pun terus berkembang. Beberapa jamaah telah aktif di organisasi, mulai dari tingkat ranting hingga daerah.
Menariknya, Monev tahun ini juga bertepatan dengan milad kelima Komunitas Pengajian Muallaf An-Nuur PCA Turi. Komunitas tersebut pertama kali berdiri pada Rabu, 30 September 2021, dengan 17 jamaah.
“Pas bertepatan pada hari ini, Rabu 30 September 2026, komunitas muallaf PCA Turi milad yang ke-5. Berdiri pertama kali pada Rabu 30 September 2021 dengan jamaah 17 orang. Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 65 sampai 70 jamaah,” tutur Aminah.
Sementara itu, sambutan dari PCA Turi disampaikan oleh Kusmiyati, S.Pd. selaku Ketua. Ia mengaku bersyukur dengan keberadaan Komunitas Muallaf PCA Turi yang dinilai memberikan kegembiraan bagi masyarakat.
Menurutnya, perkembangan komunitas dari semula 17 jamaah hingga kini mencapai sekitar 70 jamaah tidak terlepas dari sinergi seluruh majelis di PCA Turi yang terus bergerak memberikan pendampingan.
“Terus semangat mengaji. Dengan mengaji, semakin bertambah dan bermanfaat ilmu kita. Semoga pengajian terus berkembang, soyo ngremboko, semakin semarak,” ungkapnya.
Kusmiyati juga berharap MTK PWA DIY terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada komunitas di tingkat cabang.
“Berharap wilayah tidak segan-segan untuk ngaruhke. Rasanya sejuk kalau sering disapa,” tambahnya.
Pengajian dalam rangka Monev Tabligh Komunitas disampaikan Ketua MTK PWA DIY, Dra. Hasta Dewi. Materi yang diberikan berfokus pada penguatan akidah dan pentingnya menjadikan aktivitas mengaji sebagai bagian dari proses meningkatkan kualitas diri.
Hasta Dewi menjelaskan bahwa mengaji bukan sekadar menambah pengetahuan agama, tetapi juga proses menjadikan diri semakin berharga.
“Inti pengajian adalah mengaji menjadikan diri aji, dalam bahasa Jawa berarti berharga. Banyak manfaatnya dengan mengaji. Mengaji membuat kita berharga di hadapan Allah dan di hadapan manusia,” jelasnya.
Menurut Hasta, mengaji merupakan proses membangun hubungan yang lebih baik dengan Allah sekaligus dengan sesama manusia. Karena itu, manfaat ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi perlu ditularkan kepada orang lain.
“Sebagaimana spirit ‘Aisyiyah, yang selalu berpikir maju, ‘berkemajuan’, agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dengan iman, ilmu, dan amal,” tuturnya.
Monev juga diisi dengan sharing bersama para muallaf mengenai pengalaman mereka kembali kepada Islam. Dalam kesempatan tersebut, Hasta Dewi mengajak jamaah memaknai perjalanan hidup sebagai proses kembali kepada fitrah.
“Kita dulu asalnya diciptakan Allah dalam kondisi suci, fitri atau Islam. Karena pengaruh lingkungan jadi menapak jalan lain. Alhamdulillah sekarang kita sudah kembali pulang ke rumah kita yang sebenarnya,” ujarnya.
Sejumlah jamaah kemudian membagikan pengalaman dan perasaannya setelah memeluk Islam. Mereka mengungkapkan adanya ketenangan yang dirasakan setelah lebih dekat dengan Allah melalui doa dan salat.
Bagi sebagian jamaah, ibadah menjadi jalan untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pikiran yang sebelumnya kalut menjadi lebih tenang, perasaan yang sering kemrungsung menjadi lebih sabar, sementara persoalan yang semula terasa sulit menjadi lebih mudah dihadapi.
Keberadaan Komunitas Pengajian Muallaf An-Nuur PCA Turi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan keagamaan di lingkungan sekitar.
Musala An-Nuur yang sebelumnya relatif sepi dan kurang terawat kini makin hidup. Aktivitas salat berjamaah makin semarak, tadarus Al-Qur’an semakin rutin, demikian pula kegiatan pengajian dan berbagai aktivitas kebersamaan jamaah.
Menurut penuturan warga, keberadaan komunitas turut mendorong perkembangan fisik dan aktivitas Musala An-Nuur. Musala kini makin luas dan indah serta menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Kebersamaan jamaah juga dirawat melalui berbagai kegiatan sederhana, mulai dari donasi untuk pengadaan seragam, inventarisasi perlengkapan, hingga memasak bersama untuk menyediakan konsumsi kegiatan. Seluruh aktivitas tersebut berpusat di Musala An-Nuur.
“Bagi kami, dengan komunitas pengajian muallaf ini, Musala An-Nur ini menjadi seperti rumah sendiri,” ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow