Ketua PWM DIY Tekankan Empat Gerakan Islam Berkemajuan dalam Kepemimpinan PKU Bantul

Ketua PWM DIY Tekankan Empat Gerakan Islam Berkemajuan dalam Kepemimpinan PKU Bantul

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A., menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam berkemajuan sebagai landasan dalam mengelola amal usaha Muhammadiyah, termasuk RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pelantikan Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah Bantul periode 2026–2030, Selasa (1/9).

Ikhwan menjelaskan, Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta pada 2022 melahirkan Risalah Islam Berkemajuan yang menjadi kristalisasi pemikiran dan ideologi Muhammadiyah sejak awal berdirinya Persyarikatan. Risalah tersebut kemudian menjadi pijakan bagi gerak Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, gerakan Islam berkemajuan Muhammadiyah ditandai oleh empat hal utama, yakni gerakan dakwah, tajdid, ilmu, dan amal.

“Gerakan dakwah ini sudah amat sangat mafhum sebagai dakwah Islam, amar ma’ruf nahi mungkar,” ujarnya.

Gerakan kedua adalah tajdid atau pembaruan. Ikhwan menjelaskan, tajdid Muhammadiyah mencakup lima aspek, yakni tamkiniah atau pemberdayaan, taqwiyah atau penguatan, taqdimiyah atau memajukan, tanwiriyah atau mencerahkan, serta tahririyah atau pembebasan.

Tajdid, menurutnya, tidak hanya berarti pemurnian ajaran, tetapi juga pembaruan yang dilakukan secara berkelanjutan. Muhammadiyah dituntut terus menghadirkan inovasi dan kreasi serta tidak cepat berpuas diri terhadap capaian yang telah diraih.

“Tidak cukup dan tidak puas dengan apa yang telah diraih hingga saat ini, karena sesungguhnya kita semua menjadi manusia yang menginginkan persembahan terbaik ketika nanti Allah memanggil dan menghentikan tugas kita di dunia,” katanya.

Gerakan ketiga adalah gerakan ilmu. Ikhwan menyebut tradisi keilmuan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Muhammadiyah sejak KH Ahmad Dahlan hingga saat ini. Ilmu, menurutnya, harus menjadi gairah yang terus mengiringi kehidupan warga Muhammadiyah dengan tetap menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai koridor.

Gerakan ilmu juga menuntut setiap warga Muhammadiyah untuk terus belajar dan meningkatkan literasi. Menurut Ikhwan, pendidikan yang baik (well educated) semestinya melahirkan pribadi yang memiliki kesantunan, integritas, dan tanggung jawab (well manner).

Dalam konteks kepemimpinan RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Ikhwan berharap dr. Fauzan bersama seluruh jajaran mampu menghadirkan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.

“Harus bisa ngayomi, harus bisa ngayahi, dan syukur bisa ngangeni,” tuturnya.

Ia menilai kepemimpinan di amal usaha Muhammadiyah bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang menuntut integritas, kesungguhan, tanggung jawab, inklusivitas, keterbukaan, dan transparansi.

Ikhwan juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, Persyarikatan Muhammadiyah, rumah sakit lain sebagai mitra, serta berbagai kekuatan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

Adapun gerakan keempat adalah gerakan amal. Ikhwan menyebut amal merupakan bagian dari etika Muhammadiyah yang harus berorientasi pada keadilan, kesejahteraan, dan tata kelola yang baik.

Ia menegaskan, seluruh amal usaha dan keputusan Muhammadiyah tidak ditujukan untuk memperkaya diri maupun semata-mata kepentingan organisasi. Sebaliknya, seluruh gerakan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi kemanusiaan, mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga global.

“Persyarikatan hadir bukan untuk dirinya, tetapi untuk kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan anak manusia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan juga menyampaikan apresiasi kepada PDM Bantul dan Badan Pembina Harian (BPH) yang selama ini mendampingi pengelolaan rumah sakit. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada dr. Nurcholid Umam Kurniawan, Sp.A., M.Sc. yang telah memimpin RSU PKU Muhammadiyah Bantul selama empat tahun. Apresiasi juga diberikan kepada dr. Rindi Rendarti, MMR. yang menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama selama kurang lebih tiga bulan dan menjaga kesinambungan kepemimpinan rumah sakit.

Ikhwan berharap kepemimpinan baru RSU PKU Muhammadiyah Bantul dapat melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun sebelumnya sekaligus membawa rumah sakit semakin maju. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dan BPJS Kesehatan agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat berjalan semakin optimal.

“Semoga keuntungan, manfaat, dan segala sesuatunya dalam rangka mengangkat harkat manusia, mengangkat harkat rakyat kita di Bantul ini,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow