Ketua PWM DIY Apresiasi Pencapaian LAZISMU DIY di Tahun 2025: 'Small but Beautiful and Powerful'

Ketua PWM DIY Apresiasi Pencapaian LAZISMU DIY di Tahun 2025: 'Small but Beautiful and Powerful'

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A. memberikan apresiasi penuh atas capaian LAZISMU DIY yang dinobatkan sebagai LAZISMU Terbaik Nasional pada RAKERNAS LAZISMU PP Muhammadiyah, November 2025 lalu. Ikhwan menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja panjang yang konsisten, bukan prestasi yang datang secara instan.

“Penilaian dilakukan melalui proses panjang, termasuk melihat hasil dan dampak dari enam pilar LAZISMU. Itu yang mengantarkan LAZISMU DIY menjadi terbaik nasional,” ujarnya saat hadir dalam Penutupan Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) LAZISMU DIY 2026 di University Hotel UIN Sunan Kalijaga pada Sabtu (6/12).

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan juga memberikan selamat kepada seluruh nominator dan penerima LAZISMU DIY Award 2025. Ia menyebut keberadaan 5 Kantor Daerah dan 124 Kantor Layanan (KL) sebagai bukti kekuatan LAZISMU DIY yang merata dan solid.

“Ini menjadi pemantik bagi kebaikan berikutnya. Dakwah melalui LAZISMU dan dampaknya bagi umat harus semakin diperhatikan,” tegasnya. “Dibanding wilayah lain, DIY menjadi yang terbaik. Saya menyebut LAZISMU DIY: you are small but beautiful and powerful. Semangat dan ghirah yang dijaga itulah yang membuahkan hasil,” tambahnya.

Ikhwan mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi tidak lebih mudah daripada meraihnya. Karena itu, PWM DIY berharap LAZISMU DIY menjaga kualitas program dan meningkatkan ketepatan sasaran.

Ia menyoroti tantangan nasional dalam model penghimpunan dana yang saat ini banyak mengalami kebocoran serta dominasi aliran dana di pusat kekuasaan dan wilayah tertentu.

“LAZISMU harus menjadi titik alir yang mendistribusikan pusat ekonomi dan keuangan ke daerah, agar kesejahteraan masyarakat semakin berkembang,” ungkapnya. Menurutnya, hal ini sejalan dengan tema besar persyarikatan: Memajukan Kesejahteraan Bangsa yang harus terus dihidupkan melalui program-program LAZISMU.

Ikhwan juga merujuk pada pandangan tokoh-tokoh penting tentang peran strategis Muhammadiyah dan LAZISMU. Ia menyinggung pemikiran Mitsuo Nakamura tentang Muhammadiyah sebagai organisasi dengan banyak wajah: tertib namun fleksibel, fokus pendidikan namun juga kuat di bidang kesehatan dan sosial kemanusiaan. Sementara Prof. Hilman Latief (Bendahara Umum PP Muhammadiyah) menyebut LAZISMU sebagai “turbo” yang mempercepat gerak dakwah, terutama bila ditopang enam pilar program. 

“Dengan manajerial yang rapi, pengelolaan LAZISMU memberi dampak besar. Mengabaikan prosedur yang berbelit, tetapi tetap pada koridor, itulah strategi mempercepat capaian persyarikatan,” jelasnya. 

Sebagai penutup, Ikhwan memberikan amanah agar LAZISMU DIY meningkatkan standar tata kelola menuju sertifikasi ISO pada tahun mendatang.

“Posisi strategis ini ada di pundak kita semua. Tahun depan harus standar ISO. Semoga target-target yang sudah dicanangkan tercapai dan bahkan melampaui tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow