Kepala Daerah se-DIY Paparkan Strategi UMKM Naik Kelas di Muhammadiyah Jogja Expo #4

Kepala Daerah se-DIY Paparkan Strategi UMKM Naik Kelas di Muhammadiyah Jogja Expo #4

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Talkshow seputar pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mewarnai rangkaian kegiatan Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) #4 pada Sabtu (13/9). 

Hadir sebagai narasumber Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Wali Kota Yogyakarta dr. Hasto Wardoyo, serta Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta dipandu Rivandy Azhari Ali Harahap selaku Sekretaris Umum DPD IMM DI Yogyakarta yang sama-sama menyoroti pentingnya penguatan UMKM dan ekonomi kreatif di wilayah masing-masing.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menekankan bahwa daerahnya memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sumber daya alam, pariwisata, hingga industri kreatif. Menurutnya, UMKM Bantul saat ini banyak bergerak pada sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fesyen, dan kerajinan.

“UMKM Bantul rata-rata didominasi oleh ekonomi kreatif. Kita harus mengembangkan potensi ini dengan bukan hanya menghasilkan produk, tapi juga membangun jejaring agar UMKM bisa naik kelas,” ungkap Halim.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menilai bahwa Kota Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga kekuatan utamanya terletak pada sumber daya manusia. Ia mendorong UMKM di Kota Pelajar ini untuk mencontoh negara seperti Singapura yang berhasil menjadi eksportir produk meski bahan bakunya berasal dari luar.

“Kota Yogyakarta harus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis aplikasi dan jejaring. Startup yang dibangun harus bermanfaat untuk UMKM, bukan hanya memperkaya segelintir orang. Dengan ekonomi syariah dan koperasi gotong royong, kita bisa mengembalikan modal kepada rakyat kecil dan mengatasi kesenjangan,” jelas Hasto.

Adapun Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyoroti empat aspek penting dalam pengembangan UMKM, yaitu modal, produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan. Menurutnya, banyak UMKM yang terkendala modal dan pemasaran, padahal kualitas produk mereka tidak kalah dengan brand besar.

“Pemkab Sleman hadir dengan program Dana Pendampingan Modal (DPM) bunga 3% per tahun untuk membantu UMKM. Selain itu, kami juga mendampingi mereka dalam produksi, sertifikasi halal dan BPOM, pengemasan, serta pemasaran digital lewat Mbizmarket,” terang Danang.

Dari talkshow ini, menunjukkan bahwa masing-masing daerah memiliki strategi berbeda dalam membangun UMKM, namun memiliki tujuan sama: meningkatkan daya saing dan menguatkan ekonomi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow