Inilah Agenda PWM DIY di 2026: Peneguhan Ideologi hingga Perluas Dakwah Komunitas Anak Muda
YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) merumuskan berbagai agenda yang masuk dalam 8 program prioritas untuk tahun 2026. Program dan agenda ini dirancang sebagai peta jalan penguatan ideologi, dakwah, kaderisasi, ekonomi, hingga reformasi organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta.
Agenda-agenda dalam program prioritas tersebut dipaparkan Sekretaris PWM DIY, Arif Jamali Muis, M.Pd., dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) PWM DIY 2026 yang digelar di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (11/1).
Arif Jamali Muis menegaskan, arah kebijakan PWM DIY 2026 tidak sekadar berorientasi pada program administratif, tetapi merupakan ikhtiar sistematis untuk memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang relevan dengan tantangan zaman.
“Delapan program ini dirancang untuk meneguhkan ideologi, memperluas basis umat, memperkuat amal usaha, sekaligus memodernisasi tata kelola organisasi Muhammadiyah di DIY,” ujarnya.
Program pertama difokuskan pada peneguhan paham Islam dan ideologi Muhammadiyah di seluruh struktur persyarikatan. Upaya ini dilakukan melalui kajian rutin ideologi, sosialisasi fatwa tarjih ke ruang publik, hingga penyelenggaraan sekolah tarjih sebagai forum klinis penguatan manhaj tarjih.
Sejalan dengan itu, PWM DIY juga menempatkan penguatan Risalah Islam Berkemajuan (RIB) sebagai prioritas kedua. Kajian rutin ideologi dan RIB digelar minimal sebulan sekali di tingkat daerah, cabang, ranting, hingga amal usaha, didukung penyusunan kurikulum dan modul yang terstandar.
Prioritas ketiga diarahkan pada penguatan basis umat di akar rumput melalui sinergi Gerakan Dakwah dan Dakwah Jamaah (GJDJ), dakwah kultural, dan dakwah komunitas. Program ini mencakup penguatan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah, pembentukan korp mubaligh hingga tingkat pelajar dan mahasiswa, serta pengembangan Kampung Berkemajuan di seluruh DIY.
PWM DIY juga mendorong penguatan ekonomi jamaah melalui pengembangan Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM), koperasi, hingga pemanfaatan perhutanan sosial sebagai basis pemberdayaan ekonomi umat.
Pada prioritas keempat, PWM DIY menargetkan pengembangan amal usaha unggulan dan gerakan ekonomi Muhammadiyah secara lebih masif. Program ini meliputi pendirian sekolah unggul, peningkatan kesejahteraan guru, akreditasi pesantren Muhammadiyah, pembangunan Muhammadiyah Training Center (MTC), hingga penyelenggaraan Muhammadiyah Jogja Expo berskala internasional.
Penguatan ekonomi juga diarahkan melalui pengembangan TokoMu, klinik halal Muhammadiyah, wakaf produktif, wakaf uang dengan target Rp2,5 miliar, hingga sertifikasi aset wakaf agar seluruhnya berada atas nama persyarikatan.
Menjawab tantangan generasi muda, prioritas kelima difokuskan pada dakwah milenial dan generasi alpha, melalui revitalisasi TPA, pembentukan forum remaja masjid, penguatan ketahanan keluarga, serta produksi konten dakwah kreatif di media digital, berkolaborasi dengan Mediamu.com, Humas PWM DIY, Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY.
Sementara itu, prioritas keenam diarahkan pada reformasi kaderisasi dan pendiasporaan kader Muhammadiyah. PWM DIY mendorong penguatan Baitul Arqam berbasis pembelajaran aktif atau active learning, kaderisasi mahasiswa internasional, Sekolah Ideologi, hingga pengawalan kader pada jabatan publik dan proses legislasi di tingkat daerah.
Prioritas ketujuh menitikberatkan pada reformasi organisasi dan digitalisasi sistem, mulai dari pengembangan sistem informasi kantor agar mencapai standar ISO, keuangan terpadu, geospasial aset Muhammadiyah, hingga penguatan humas dan syiar digital. PWM DIY juga menyiapkan penguatan tata kelola amal usaha kesehatan, termasuk pembentukan jaringan rumah sakit Muhammadiyah se-DIY.
Adapun prioritas kedelapan diarahkan pada pelembagaan Muhammadiyah berbasis komunitas, melalui pendirian pusat layanan lansia, rumah singgah pasien, difabel center, sanggar budaya Muhammadiyah, hingga gelaran seni, budaya, dan olahraga.
PWM DIY juga bersiap merancang peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah dengan konsep seni dan budaya khas Yogyakarta sebagai bagian dari dakwah kultural yang membumi.
Dengan berbagai agenda dalam delapan program prioritas tersebut, PWM DIY optimistis Muhammadiyah di Yogyakarta akan tampil semakin kokoh secara ideologis, mandiri secara ekonomi, modern dalam tata kelola, serta luas jangkauan dakwahnya di tengah masyarakat.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow