Ilmu dari Kampus Menjadi Bekal Menembus Beragam Profesi
BANTUL — Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ternyata tidak selalu membatasi seseorang pada satu jalur karier tertentu. Bekal akademik justru dapat menjadi fondasi untuk berkiprah secara profesional di berbagai bidang.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Kasiyarno, M.Hum. Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2007-2019. Ia meyakini bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah mampu mengantarkan seseorang untuk bertahan dan berkembang dalam profesi apa pun, meskipun tidak selalu linear dengan bidang studinya.
“Ilmu kependidikan itu bisa menjadi bekal untuk hidup profesional di bidang apa saja,” ujarnya dalam acara syawalan alumni Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Muhammadiyah Yogyakarta, yang digelar di Kopikuden, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Ahad (29/3).
Kasiyarno yang merupakan alumni Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Muhammadiyah Yogyakarta tahun 1988, kini menjadi Universitas Ahmad Dahlan, mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan para alumni. Jika pada awalnya hampir 100 persen lulusan menjadi guru, kini para alumni telah tersebar di berbagai profesi.
“Sekarang ada yang menjadi pebisnis profesional, surveyor pengukuran tanah, banker, pegawai BUMN, hingga hakim setelah melanjutkan studi di bidang hukum,” jelasnya.
Dalam acara yang mengusung tema “Mbiyen Wong Inggris, Saiki Multi Profesi”, Kasiyarno juga mengaitkan pentingnya mengamalkan ilmu dengan nilai-nilai yang terkandung dalam hadis. Ia menegaskan bahwa ilmu kependidikan tidak bersifat stagnan, melainkan membentuk cara berpikir praktis, kepedulian sosial, serta kemampuan memahami risiko dalam setiap langkah kehidupan.
“Ilmu dasar pendidikan sangat penting diberikan kepada setiap mahasiswa. Buktinya, alumni IKIP Muhammadiyah bisa bekerja di mana saja, dan itu membanggakan,” tambah pakar pendidikan Bahasa Inggris dan humaniora tersebut.
Syawalan alumni kali ini sengaja diselenggarakan di Yogyakarta, meskipun lebih dari 70 persen mahasiswa IKIP Muhammadiyah Yogyakarta pada masanya berasal dari luar daerah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Salah satu panitia, Sarbilan, menyampaikan bahwa agenda serupa direncanakan akan digelar di luar Yogyakarta pada tahun mendatang.
“Insya Allah pertemuan berikutnya akan dilaksanakan di luar Jogja, sangat mungkin di Pekanbaru, Riau,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Isna Fatimah, alumni IKIP Muhammadiyah Yogyakarta yang kini berprofesi sebagai hakim di Pekanbaru, mengaku terkesan dengan bekal yang ia peroleh selama kuliah.
“Saya merasakan kemudahan dalam berkomunikasi dengan siapa pun. Terima kasih IKIP Muhammadiyah Yogyakarta,” ungkapnya haru.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow