Ikhwan Ahada: Kunci Bahagia adalah Membahagiakan Orang Lain

Ikhwan Ahada: Kunci Bahagia adalah Membahagiakan Orang Lain

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A., mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati bukanlah soal memiliki harta, melainkan tentang kemampuan membahagiakan orang lain. Pesan itu ia sampaikan dalam Pengajian dan Sosialisasi Tanah Wakaf Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampilan, Rabu (15/10) di Panti Asuhan Yatim (PAY) Putri ‘Aisyiyah, Serangan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Dalam pengajian tersebut, Ikhwan menegaskan bahwa kebahagiaan bersumber dari hati yang ikhlas dan niat untuk memberi.

“Kunci menjadi bahagia adalah membahagiakan orang lain. Bahagia itu menular. Kalau kita senang melihat orang lain bahagia, maka hidup akan terasa ringan dan penuh makna,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebahagiaan tidak bisa diraih sendirian. Setiap orang membutuhkan hubungan sosial yang baik—melalui silaturahim, tholabul ‘ilmi (menuntut ilmu), dan semangat berjamaah.

“Muhammadiyah itu memajukan dan menggembirakan. Kiai Dahlan mengajarkan kita menjadi muslim berkemajuan—yang gemar mengaji, bergotong royong, dan bergembira,” tutur Ikhwan.

Menurutnya, orang yang menggembirakan orang lain sesungguhnya telah memberi makna besar bagi kehidupannya sendiri.

“Kalau kita ingin bahagia, gembirakanlah orang lain. Penuhi hak-hak mereka. Ketika orang lain bahagia karena kita, maka kita pun akan merasa hidup ini bermanfaat dan berkualitas,” tambahnya.

Ikhwan juga menyinggung fenomena banyaknya orang yang kaya secara materi, tetapi miskin secara hati. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sejati justru terletak pada kelapangan dada dan keikhlasan.

“Bahagia itu mudah, asalkan ikhlas. Hati yang bersih adalah kunci dan dasar kebahagiaan,” katanya.

Di akhir pengajiannya, Ikhwan Ahada merangkum tiga hal penting untuk meraih kebahagiaan, yaitu membahagiakan orang lain, lalu menjalin hubungan dengan orang, karena bahagia butuh orang lain. Kemudian, memberikan hak orang lain dengan tulus, karena dari situlah datang penghargaan dan keberkahan.

“Orang yang berbahagia adalah orang yang peduli, yang membuka diri dan pergaulan untuk memberi manfaat. Kuncinya ikhlas, peduli, dan memberi kebahagiaan kepada sesama. Insya Allah kita akan bahagia dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow