Haedar Nashir Soroti Konflik Global, Islam Harus Jadi Paradigma Pemersatu

Haedar Nashir Soroti Konflik Global, Islam Harus Jadi Paradigma Pemersatu

Smallest Font
Largest Font

SURABAYA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai dunia modern masih gagal menjaga perdamaian global. Di tengah kemajuan zaman, peperangan dan konflik dinilai terus terjadi serta mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal.

Pernyataan itu disampaikan Haedar dalam agenda di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (18/4). Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong Islam hadir sebagai paradigma baru yang mampu menjadi pemersatu sekaligus alternatif atas kebuntuan peradaban modern.

Menurut Haedar, paradigma Barat modern yang berpusat pada manusia atau antroposentrisme cenderung melahirkan kepemimpinan yang dikuasai ego. Sikap tersebut, kata dia, menjadi salah satu penyebab terus terjadinya perang di berbagai kawasan dunia.

“Perang ini terjadi karena ego pemimpin dunia yang tidak tahu arah jalan kehidupan, kecuali yang memang untuk membela diri,” ujarnya.

Ia menilai semangat perdamaian yang dibangun setelah Perang Dunia II kini banyak dilanggar. Hal itu terlihat dari masih berlangsungnya konflik antarnegara di berbagai wilayah. Haedar juga menyinggung pentingnya semua pihak, termasuk kelompok Zionis, belajar dari sejarah agar tragedi serupa tidak terus berulang.

Berbagai konflik yang terus terjadi saat ini disebutnya sebagai tanda bahwa dunia modern sedang berada di jalan buntu. Karena itu, ia memandang Islam memiliki peluang menawarkan peradaban alternatif yang lebih adil dan mampu menyatukan manusia di tengah perbedaan.

“Islam mestinya menjadi paradigma baru, menghasilkan peradaban alternatif yang bisa menyatukan umat manusia di tengah perbedaan. Tapi harus dimulai dari kekuatan umat Islam itu sendiri,” katanya.

Haedar juga menyoroti masih adanya konflik di internal dunia Islam. Menurutnya, persoalan itu dipicu ego sektoral, baik yang muncul dari negara maupun kelompok tertentu.

Ia mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang bijaksana, baik di dunia Islam maupun tingkat global. Dengan kebijaksanaan tersebut, nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian diharapkan dapat tetap terjaga.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow