'Aisyiyah dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

'Aisyiyah dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan melalui Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penanganan Kedaruratan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan/atau Limbah B3 yang digelar di Kantor PP 'Aisyiyah, Jakarta, Kamis (16/7).

Pada kesempatan tersebut, KLH juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa empat unit kendaraan motor angkut (Viar), lima unit komposter, dan lima unit tempat sampah terpilah guna mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan 'Aisyiyah.

Agenda ini dihadiri Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi PAN Putri Zulkifli Hasan, Direktur Penanganan Sampah KLH Melda Mardalina, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan Rizky Febriyanto, Koordinator Kelompok Kerja TPA, Sanitary Landfill, dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca KLH Andina Novita, serta jajaran Pimpinan Majelis dan Lembaga PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, PDA se-Jabodetabek, serta PCA Sawangan.

Ketua PP 'Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari dakwah dan misi kemanusiaan yang selama ini dijalankan 'Aisyiyah. Melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB), berbagai program pelestarian lingkungan terus dikembangkan, mulai dari penanaman pohon, pengurangan sampah, hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim.

"Kami memandang kolaborasi dengan pemerintah merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup agar gerakan pelestarian lingkungan dapat menjangkau lebih banyak komunitas dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Masyitoh.

Sementara itu, Direktur Penanganan Sampah KLH, Melda Mardalina, mengungkapkan bahwa Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari, dengan sebagian besar masih berakhir di TPST Bantargebang tanpa melalui proses pemilahan. Karena itu, ia menilai perubahan harus dimulai dari rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

"Lebih dari separuh timbulan sampah berasal dari sisa makanan dan sampah dapur. Karena itu, pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah menjadi langkah paling mendasar untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir. Sampah yang dipilah dengan baik tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah dan mitra pengelola," jelas Melda.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto, menambahkan bahwa persoalan sampah di Jakarta tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga agar pengelolaan sampah berjalan efektif.

Senada dengan itu, Andina Novita mengajak masyarakat membangun kebiasaan konsumsi yang lebih bijak, seperti berpikir sebelum membeli, mempertimbangkan manfaat barang yang dibeli, serta memikirkan cara pengelolaannya setelah digunakan sebagai langkah sederhana mengurangi timbulan sampah.

Adapun Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi PAN, Putri Zulkifli Hasan, mengingatkan bahwa limbah B3 juga banyak berasal dari aktivitas rumah tangga. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

"Saya berharap 'Aisyiyah dapat menjadi pelopor gerakan sedekah sampah. Mari kita mulai dari rumah, mengajak keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar untuk memilah sampah. Selain menjaga lingkungan, langkah sederhana ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi amal kebaikan," ujarnya.

Bantuan yang disalurkan KLH diharapkan mampu memperkuat praktik pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah organik, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan 'Aisyiyah.

Melalui agenda ini, PP 'Aisyiyah dan Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun budaya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow