Angkringan Pendidikan MJE #4 Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Angkringan Pendidikan MJE #4 Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Forum Angkringan Pendidikan dalam rangkaian Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) #4 pada Jumat (12/9) mengangkat tema “Bermutu untuk Semua”. Gelaran Angkringan Pendidikan di MJE #4 ini menjadi wadah berbagi gagasan sekaligus sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan vokasi, dan Muhammadiyah.

Tiga narasumber hadir menyampaikan pandangan tentang arah pendidikan di Yogyakarta, khususnya peran Muhammadiyah dalam memajukan sekolah dan menyiapkan generasi muda. Terutama dalam mewujudkan "Pendidikan Bermutu untuk Semua” dalam sistem pendidikan di Yogyakarta dan Indonesia.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Gita Danu Pranata, menegaskan bahwa kunci sekolah unggul terletak pada totalitas para guru dalam mendampingi murid. “Untuk mewujudkan sekolah yang hebat, kami berharap betul kepada bapak dan ibu guru mendampingi murid secara penuh. Harapan menjadi sekolah unggul itu bisa terwujud dengan peran guru yang profesional dan berdedikasi,” ujarnya.

Gita menjelaskan, PWM DIY secara konsisten mengadakan pelatihan bagi guru agar kompetensi mereka selaras dengan tuntutan zaman. Selain itu, Muhammadiyah juga mendampingi sekolah-sekolah yang memiliki potensi berkembang.

Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah hadir tidak hanya untuk internal warganya, tetapi untuk masyarakat luas. “Sekolah Muhammadiyah sangat variatif. Ada yang kategori mahal, ada juga yang sangat terjangkau, karena memang kita hadir untuk semua,” ungkapnya.

Salah satu upaya nyata adalah pendirian Muhammadiyah Sapen Universal School di Ringroad Barat, yang dirancang sebagai model pendidikan yang unggul dan inklusif. “Muhammadiyah harus menjalin kerja sama agar bisa menghadirkan kemakmuran dan keberlimpahan, sesuai harapan persyarikatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBBPPMPV) Seni Budaya DIY, Masrukhan Budiyanto, menekankan pentingnya jalur vokasi. Menurutnya, SMK Muhammadiyah menjadi pilihan tepat bagi siswa yang ingin langsung bekerja atau berwirausaha.

“Pendidikan di SMK tidak hanya teori, tetapi juga praktik yang langsung link and match dengan dunia usaha dan industri. Apalagi Muhammadiyah punya banyak SMK, dan kami siap berkolaborasi menyalurkan generasi muda yang siap kerja dan wirausaha,” terangnya.

Adapun Suhirman, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, menegaskan kontribusi besar sekolah swasta dalam memperkuat pendidikan nasional.

“Tanpa swasta, negara tidak kuat. Keberadaan sekolah-sekolah swasta, termasuk Muhammadiyah, sangat membantu. Salah satu upaya perbaikan adalah dengan mengisi data pendidikan secara tepat. Semoga Yogyakarta bisa unggul dibanding daerah lain,” ujarnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow