Wajah Baru Perkaderan Muhammadiyah di PCM Depok: Dinamis, Kritis, dan Berkemajuan

Wajah Baru Perkaderan Muhammadiyah di PCM Depok: Dinamis, Kritis, dan Berkemajuan

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Perkaderan Muhammadiyah kini tengah menapaki wajah baru yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Hal ini mengemuka dalam Studium Generale Baitul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok, Sleman, bersama Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Bachtiar atau Gus Bach menegaskan bahwa tujuan abadi Muhammadiyah tetap berpijak pada prinsip “menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.” Namun, ia menekankan bahwa Islam yang sebenar-benarnya itu adalah Islam yang berkemajuan — yakni Islam yang murni, modern, moderat, dan maslahat.

“Inilah tujuan perennial Muhammadiyah. Di tengah perubahan dunia yang cepat, kita harus mampu memaknai Islam berkemajuan secara kontekstual, bukan sekadar slogan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan besar Muhammadiyah di era kosmopolit saat ini adalah kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, dinamika sosial, dan perubahan global tanpa kehilangan prinsip dasar gerakan dakwahnya.

Ia mendorong kader Muhammadiyah, terutama generasi muda, untuk memiliki kesadaran kritis dalam membaca realitas.

“Anak muda Muhammadiyah harus berani kritis dan ‘nakal’ dalam arti positif—tidak mudah terbawa arus, berani berbeda, dan mampu melihat persoalan dengan kacamata luas,” pesannya.

Selain itu, kader diharapkan menjadi pencipta solusi inovatif, bukan sekadar pengamat. Dalam dunia yang semakin kompleks, Muhammadiyah perlu memberi ruang bagi kader untuk menganalisis dan menangani problem kemanusiaan di tingkat lokal, global, maupun digital.

Gus Bach juga menjelaskan bahwa penguatan perkaderan Muhammadiyah kini difokuskan pada internalisasi nilai-nilai Islam berkemajuan. Kader tidak hanya diharapkan memahami ideologi secara tekstual, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial.

Ia menguraikan empat ranah yang perlu dijalankan oleh setiap kader Muhammadiyah:

  1. Kader kemanusiaan, yang peduli terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
  2. Kader bangsa, yang berkontribusi bagi kemajuan negeri.
  3. Kader umat, yang memperkuat ukhuwah dan dakwah Islam.
  4. Kader persyarikatan, yang menjadi penggerak utama organisasi.

Kader juga dituntut memiliki intelegensia mendalam, terus belajar, dan memperkuat literasi agar tidak berhenti pada pengetahuan dangkal.

Gus Bach juga memaparkan bahwa perkaderan Muhammadiyah telah melalui tiga fase penting. Fase pertama, kaderisasi berbasis keluarga, kerabat, dan pertemanan sebagai basis regenerasi ideologis.

Fase kedua, melalui organisasi otonom seperti ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, IPM, IMM, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci. Fase ketiga, melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Kini, Muhammadiyah memasuki fase baru dengan memperluas jalur kaderisasi ke ranah komunitas dan kultural agar nilai-nilai Islam berkemajuan dapat hadir lebih membumi.

“Di PCM Depok, penguatan nilai-nilai Muhammadiyah bisa dimulai dari keluarga. Jangan sampai ada anggota keluarga yang justru menjadi ‘oposisi’ Muhammadiyah. Harmonisasi keluarga menjadi benteng ideologis pertama,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis, Muhammadiyah kini tengah melakukan diversifikasi jalur perkaderan, tidak hanya melalui jalur tradisional seperti keluarga, AUM, dan ortom, tetapi juga lewat program khusus MPKSDI.

Tujuannya adalah mencetak penggerak baru agar gerakan Muhammadiyah tidak bergantung pada tokoh yang sama. Perluasan kaderisasi juga diarahkan ke bidang kultural, advokasi sosial, lingkungan, hukum, olahraga, dan seni budaya.

“Perkaderan Muhammadiyah bertujuan membangun organisasi yang dinamis, produktif, dan mampu berperan di tingkat global,” tegas Gus Bach.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    1
    Sad
  • Wow
    0
    Wow