Tujuh Murid SMA Muha Ikuti ILCCP 3, Perluas Pengalaman Belajar di Tiga Negara
BANGKOK — Sebanyak tujuh murid SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta (SMA Muha) mengikuti 3rd International Learning, Collaboration & Competition Program (ILCCP 3) pada 14–24 Oktober 2026. Program pembelajaran internasional ini membawa para peserta menjelajahi pengalaman pendidikan dan budaya di tiga negara, yakni Tailan, Malaysia, dan Singapura.
Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi para murid untuk memperluas wawasan, mengenal lingkungan pendidikan di negara lain, serta membangun pengalaman belajar lintas budaya. Melalui kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi dan sekolah, para peserta diharapkan memperoleh perspektif baru tentang pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi.
Tujuh murid yang menjadi delegasi SMA Muha adalah Purbaning Langit dan Sherin Syarifah Amani dari kelas X E3; Gavin Vicaksana Sakti Supartono dari kelas X E4; Kayla Najjelina Anriefia Destri dari kelas X E5; Ahsan Asyraful Mahfudz dari kelas X E9; Abdullah Ibnu Sholih dari kelas XI F5; serta Elsa Bunga Nadhifa dari kelas XI F6. Rombongan didampingi oleh Qory Hajar Safitri, S.Pd.Gr.
Selama program berlangsung, para delegasi dijadwalkan mengunjungi sejumlah institusi pendidikan, yakni Ramkhamhaeng University di Tailan serta Netherland Maritime University College (NMUC), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), International Islamic University Malaysia (IIUM), Perdana University, Kolej Islam Sultan Alam Shah (KISAS), dan SMK Seri Gading di Malaysia.
Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pembelajaran internasional. Para murid berkesempatan mengenal lingkungan pendidikan di negara tujuan, mengamati beragam pengalaman belajar, serta memperluas wawasan mengenai perkembangan pendidikan di tingkat internasional.
Selain kunjungan ke institusi pendidikan, program ini juga mencakup kegiatan school program dan showcase di sekolah tujuan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta dijadwalkan mengikuti aktivitas yang membuka ruang interaksi dan pertukaran pengalaman antarpelajar.
Agenda ini diharapkan menjadi kesempatan bagi para murid untuk memperkenalkan potensi dan kreativitas mereka sekaligus mengenal budaya serta lingkungan pendidikan yang berbeda.
Pengalaman belajar para delegasi juga dilengkapi dengan eksplorasi sejumlah destinasi di Bangkok, Kuala Lumpur, Johor, dan Singapura. Di Singapura, misalnya, peserta dijadwalkan mengunjungi Jewel Changi, Merlion, Bugis Market, Orchard Road, dan Gardens by the Bay.
Rangkaian perjalanan tersebut memberikan kesempatan bagi para murid untuk mengenal keragaman budaya, kehidupan masyarakat, serta karakteristik kota-kota yang dikunjungi. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau lingkungan kampus, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap kehidupan sosial dan budaya di negara lain.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Hj. Retno Sumirat, M.Pd., berpesan agar para delegasi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus belajar, berproses, dan menjelajahi dunia. Namun, ia mengingatkan bahwa pengalaman internasional juga disertai tanggung jawab untuk menjaga nama baik sekolah dan menjunjung tinggi nilai-nilai karakter.
“Selamat belajar, selamat berproses, selamat menjelajahi dunia. Namun, tetap ingat, kalian membawa nama baik SMA Muha. Jaga sopan santun, adab, ibadah,” pesannya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga pembentukan karakter. Di mana pun berada, para murid diharapkan tetap menjaga adab, menjalankan ibadah, serta menunjukkan sikap santun sebagai bagian dari identitas pelajar SMA Muha.
Partisipasi tujuh murid dalam ILCCP 3 sejalan dengan komitmen SMA Muha dalam mendukung pengembangan potensi murid melalui pengalaman belajar yang beragam. Kesempatan mengenal lingkungan pendidikan internasional diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas cakrawala berpikir, serta meningkatkan kepercayaan diri para peserta.
Melalui program ini, para delegasi diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman berharga, tetapi juga inspirasi dan pengetahuan yang dapat dibagikan kepada warga sekolah. Dengan demikian, pengalaman belajar lintas negara dapat menjadi bekal bagi para murid untuk terus bertumbuh sebagai generasi berwawasan global, berkarakter, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow