UMY Perluas Jejaring Akademik di Laos: Jajaki Beasiswa, Riset AI, hingga Mobilitas Mahasiswa

UMY Perluas Jejaring Akademik di Laos: Jajaki Beasiswa, Riset AI, hingga Mobilitas Mahasiswa

Smallest Font
Largest Font

VIENTIANE — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat reputasi akademik di kawasan Asia Tenggara. Melalui kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos, Jumat (3/7), UMY menjajaki berbagai peluang kolaborasi, mulai dari program beasiswa, riset bersama, mobilitas akademik, hingga pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).

Salah satu agenda utama dilakukan di Champasak University, Pakse. Delegasi UMY yang dipimpin Kepala Subdirektorat Kerja Sama Direktorat Kemitraan Global dan Employability (DKGE), dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D., bersama Kepala Bidang Penjaminan Mutu Internal Badan Penjaminan Mutu UMY, Dr. Reni Budi Setianingrum, S.H., M.Kn., disambut jajaran pimpinan Champasak University, di antaranya Direktur Kantor Akademik Dr. Sengsouliya Chanthanakhod dan Direktur Kantor Administrasi Mr. Viengsavanh Chanthachatong.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memulai penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA). Sebagai tahap awal, UMY akan mengirimkan Letter of Intent (LoI) kepada Rektor Champasak University sebelum diproses melalui Kementerian Pendidikan Tinggi Laos. Karena Champasak University merupakan perguruan tinggi negeri, proses administrasi diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan.

"Kunjungan ini merupakan langkah awal yang penting untuk membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan. Kami tidak hanya membangun hubungan antarlembaga, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di kedua universitas," ujar dr. Farindira.

Melalui kerja sama tersebut, Champasak University menyatakan komitmennya untuk mengirimkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pimpinan administrasi guna melanjutkan studi magister dan doktor di UMY.

Kedua institusi juga menjajaki program mobilitas mahasiswa dengan kuota lima peserta setiap tahun. Program tersebut akan mencakup pembebasan biaya kuliah, dukungan akomodasi, serta program magang selama satu semester yang terintegrasi dengan sistem transfer kredit.

Tak hanya itu, UMY dan Champasak University sepakat mengembangkan pelatihan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui penyelenggaraan lokakarya, kursus singkat bagi dosen dan mahasiswa, serta riset bersama di bidang AI.

Perluas Kemitraan di Berbagai Perguruan Tinggi Laos

Selain di Pakse, delegasi UMY juga melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Vientiane, yakni National University of Laos, Rattana Institute of Business Administration, Soutsaka Institute of Technology, Lao-German Technical College, dan University of Health Sciences.

Pembahasan kerja sama berfokus pada penyelenggaraan kuliah daring, program visiting professor, publikasi ilmiah bersama, serta pengembangan inovasi berbasis AI untuk menjawab berbagai tantangan sosial.

Upaya internasionalisasi UMY juga mendapat dukungan dari KBRI Vientiane. Dalam pertemuan bersama Menteri Penasihat KBRI Vientiane, Achmad Dahlan, serta Sekretaris Pertama sekaligus Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya, Meirani Budiman, dibahas sejumlah peluang kolaborasi di bidang pendidikan.

Menurut dr. Farindira, KBRI Vientiane siap mendukung sosialisasi berbagai program beasiswa UMY, baik beasiswa penuh maupun parsial, kepada akademisi perguruan tinggi dan lulusan sekolah menengah atas di Laos.

"Guna mempermudah adaptasi bahasa dan budaya sebelum menempuh studi di Indonesia, KBRI juga siap memfasilitasi penyelenggaraan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bagi calon mahasiswa asal Laos," jelasnya.

Selain pendidikan, UMY dan KBRI Vientiane juga menjajaki kerja sama pengabdian kepada masyarakat lintas negara di sektor pertanian, ekonomi, dan kesehatan melalui berbagai program pelatihan keterampilan serta pemberdayaan masyarakat.

Melalui rangkaian kunjungan ini, UMY berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi di Laos sekaligus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan kerja sama regional di kawasan ASEAN.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow