Tinjau Huntara Batu Hula, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Pastikan Pemulihan Berjalan Bermartabat
TAPANULI SELATAN — Ketua Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB/MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Setiawan, melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Hunian Darurat (Huntara) Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi hunian darurat yang dibangun bagi penyintas banjir bandang, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik serta berorientasi pada kenyamanan dan martabat warga terdampak.
Melalui dukungan MDMC Jawa Tengah, Muhammadiyah telah mendirikan 31 unit hunian darurat yang kini dihuni oleh sekitar 50 kepala keluarga dengan total 148 jiwa penerima manfaat. Kehadiran huntara ini menjadi bagian penting dalam fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, khususnya dalam menyediakan tempat tinggal yang lebih layak dibandingkan pengungsian komunal.
Dalam kunjungannya, Budi Setiawan menegaskan bahwa hunian darurat memiliki peran strategis dalam memulihkan kehidupan sosial para penyintas.
“Di hunian darurat ini, kepala keluarga kembali memiliki ruang untuk mengatur rumah tangganya sendiri, meskipun dalam kondisi yang sangat sederhana. Dibandingkan pengungsian komunal, hunian seperti ini memberi rasa nyaman dan menjaga martabat warga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang mulai melakukan penataan dan perbaikan kecil di sekitar hunian sebagai bagian dari proses bangkit pascabencana. Menurutnya, upaya tersebut mencerminkan semangat kemandirian yang perlu terus didukung. Ke depan, ia berharap dapat dibentuk pengelolaan lingkungan, seperti kepengurusan RT, guna menjaga keamanan dan kenyamanan bersama di kawasan huntara.
Kunjungan ke Batu Hula ini merupakan bagian dari pemantauan menyeluruh MDMC terhadap program hunian darurat di berbagai wilayah terdampak bencana. Secara nasional, MDMC tengah melaksanakan pembangunan hunian darurat bagi penyintas banjir dan longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Di Aceh, berdasarkan rekap data respons, MDMC menyiapkan 117 unit hunian darurat dengan 294 jiwa penerima manfaat yang tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan dukungan berbagai mitra, sebagai bagian dari upaya memastikan penyintas memiliki tempat tinggal yang aman dan layak pada fase pemulihan.
Sementara itu, di Sumatra Barat, pembangunan hunian darurat masih berada pada tahap asesmen dan pendataan sebagai dasar perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui kunjungan lapangan ini, MDMC menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendampingan hingga fase pemulihan. Program hunian darurat diharapkan menjadi ruang aman sementara bagi keluarga terdampak, sekaligus mendukung pemulihan sosial, kemandirian, dan kehidupan yang lebih bermartabat pascabencana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow