Tingkatkan Pelayanan yang Prima, PWM DIY Hadirkan Service Excellence untuk Umat
YOGYA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) sukses menyelenggarakan "Pelatihan Service Excellence" sebagai upaya meningkatkan pelayanan prima di lingkungan persyarikatan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Ahad (16–17/8) di Aula Gedung Muhammadiyah DIY ini diikuti seluruh pegawai, staf, relawan majelis, outsourcing, hingga temporary staff di lingkungan Kantor PWM DI Yogyakarta.
Selama dua hari, peserta mendapat berbagai materi pelayanan prima dari Tim Trainer Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Materi tersebut antara lain Organizational Awareness/Esensi Bekerja oleh Rinda Kumala Wati, M.Psi., Psikolog, Understanding Our Consumer oleh Muhammad Nur Syuhada, M.Psi., Psikolog, serta materi tentang Adaptasi, Komunikasi Empatik, Manajemen Emosi, dan Penampilan Profesional.
Dalam pemaparannya, Muhammad Nur Syuhada menekankan pentingnya memahami kebutuhan konsumen dalam konteks pelayanan umat.
“Pelayanan prima tidak cukup hanya dengan ramah dan cepat, tetapi harus berangkat dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan, ekspektasi, dan pengalaman konsumen. Tanpa itu, layanan akan cenderung normatif dan tidak memberi nilai lebih,” ujarnya, Sabtu (16/8).
Menurutnya, konsumen, baik internal maupun eksternal, membawa harapan yang perlu dijawab dengan empati dan ketulusan.
“Setiap orang yang datang kepada kita membawa harapan, bahkan kadang masalah. Tugas kita bukan sekadar menyelesaikan sesuai prosedur, tapi memastikan mereka merasa dihargai dan dilayani dengan sepenuh hati,” paparnya.
Lebih lanjut, Wakil Sekretaris PWM DI Yogyakarta, Dr. Farid Setiawan, S.Pd., M.Pd.I., berharap, para pegawai dan staf mampu memberikan pelayanan terbaik dan memperkuat citra positif Muhammadiyah sebagai organisasi modern dan profesional.
“Tujuan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kompetensi, dan budaya organisasi di lingkungan Muhammadiyah,” ucap Dr. Farid saat menutup kegiatan pada Ahad (17/8).
Selaras hasil Muktamar di Surakarta, lanjut Dr. Farid, Muhammadiyah merupakan organisasi yang maju, modern, dan profesional, sehingga pegawai menjadi ujung tombak layanan dan citra positif Persyarikatan.
“Peningkatan kompetensi pegawai meliputi pengetahuan dan keterampilan, serta peningkatan budaya organisasi mencakup kesadaran dan komitmen pegawai. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari langkah menuju reformasi organisasi di masa mendatang,” tutup Dr. Farid. (guf)
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow