Syamsul Anwar Tegaskan Peran Strategis PUTM dalam Kaderisasi Ulama Muhammadiyah

Syamsul Anwar Tegaskan Peran Strategis PUTM dalam Kaderisasi Ulama Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar, menegaskan pentingnya peran Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) sebagai pilar utama kaderisasi ulama dan intelektual dalam tubuh persyarikatan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pelantikan pimpinan PUTM masa jabatan 2026–2030 yang digelar pada Jumat (10/4) di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Dalam sambutannya, Syamsul menyampaikan apresiasi kepada pimpinan PUTM periode sebelumnya serta optimisme terhadap kepemimpinan baru yang dinilai memiliki visi pengembangan yang prospektif.

Ia menjelaskan bahwa PUTM didirikan pada 10 April 1968 sebagai respons atas kebutuhan Muhammadiyah terhadap kader ulama di tengah berkurangnya tokoh-tokoh senior saat itu. Seiring waktu, lembaga ini berkembang dan telah melahirkan banyak kader yang berkiprah sebagai dosen, mubalig, dan akademisi di berbagai institusi.

“PUTM didirikan karena kebutuhan akan kader ulama, dan kini hasilnya sudah terlihat dengan lahirnya banyak kader yang berkontribusi di berbagai bidang,” ujarnya.

Syamsul juga menyebut PUTM sebagai “pasukan khusus” Muhammadiyah dalam dakwah, yang berperan strategis dalam menyebarkan pemikiran keislaman ke berbagai daerah melalui para mubalig.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi kontribusi pimpinan sebelumnya, termasuk Muhammad Fahmi Muqoddas dan Dahwan Mukhroji, yang dinilai berperan penting dalam pengembangan kelembagaan, baik dari sisi sumber daya maupun infrastruktur.

Sementara itu, kepemimpinan baru yang diemban oleh Hamim Ilyas dan Muhamad Rofiq Muzakkir diharapkan mampu membawa PUTM ke tahap yang lebih maju, baik dalam penguatan keilmuan maupun pengembangan kelembagaan.

Syamsul menekankan pentingnya penguasaan ilmu falak sebagai ciri khas tarjih Muhammadiyah, serta penguatan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan global.

“Penguasaan bahasa menjadi penting agar kader mampu berperan dalam konteks yang lebih luas,” tegasnya.

Ia juga mendorong pengembangan fasilitas dan integrasi sistem pembelajaran PUTM agar lebih efektif, mengingat saat ini aktivitas pendidikan masih tersebar di beberapa lokasi.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum refleksi perjalanan PUTM yang telah memasuki usia ke-58, dengan harapan ke depan mampu terus berkembang sebagai pusat kaderisasi ulama yang responsif terhadap tantangan keumatan dan perkembangan zaman.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow