Siapkan Kepala Sekolah Unggul Berkemajuan, 152 Guru Ikuti Diksus Cakep Muhammadiyah DIY
SLEMAN — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diksus) Calon Kepala Sekolah (Cakep) 2026 sebagai langkah strategis menyiapkan regenerasi kepemimpinan di sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Pelatihan yang berlangsung pada 28 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, Kalasan, Sleman, ini diikuti 152 guru dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-DIY.
Ketua Panitia Diksus Cakep 2026, Dr. Hendro Widodo, M.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan dilatarbelakangi kebutuhan regenerasi kepala sekolah dan madrasah di lingkungan Muhammadiyah DIY.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir banyak sekolah dan madrasah Muhammadiyah mulai menghadapi keterbatasan calon kepala sekolah yang siap memimpin sesuai dengan tantangan pendidikan yang terus berkembang.
"Kami sadar betul bahwa sekolah dan madrasah Muhammadiyah DIY dalam beberapa waktu terakhir masih membutuhkan kesiapan para calon kepala sekolah dan madrasah," ujarnya saat pembukaan kegiatan.
Hendro menjelaskan, kurikulum Diksus disusun dengan mengacu pada struktur pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dipadukan dengan visi pendidikan Muhammadiyah.

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahapan, yakni in service training pertama selama lima hari, dilanjutkan on the job learning (OJL), kemudian in service training kedua sebagai forum pelaporan hasil implementasi di sekolah masing-masing.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai kebijakan pendidikan nasional, visi pendidikan Muhammadiyah, penguatan growth mindset, hingga kepemimpinan transformatif sebagai fondasi seorang kepala sekolah.
Materi juga mencakup kompetensi manajerial, mulai dari pengelolaan kurikulum, peserta didik, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) berbasis data, hingga tata kelola sarana prasarana dan keuangan sekolah.
Selain itu, peserta dibekali materi supervisi akademik, pengelolaan sumber daya manusia, penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis Key Performance Indicator (KPI), penguatan budaya sekolah, manajemen risiko, serta implementasi ideologi dan gerakan pendidikan Muhammadiyah.
Pada tahap akhir, peserta akan mempelajari kewirausahaan, kemitraan, inovasi, digitalisasi, serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan melalui program on the job learning.
"Total beban pembelajaran mencapai 75 jam pelajaran, terdiri atas 58 jam materi inti dan 17 jam kegiatan penunjang yang mencakup pembinaan karakter dan spiritual. Peserta berjumlah 152 orang, terdiri atas 64 guru SD/MI, 43 guru SMP/MTs, dan 45 guru SMA/SMK/MA dari lima kabupaten dan kota di DIY," jelas Hendro.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, M.Ag., menegaskan bahwa Diksus Cakep merupakan bagian dari program strategis majelis untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Menurutnya, pelaksanaan program mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, ketentuan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Nomor 2 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah dan kepala madrasah, delapan program prioritas PWM DIY, serta Rencana Strategis Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY.
"Semua regulasi tersebut menjadi landasan majelis dalam menyiapkan kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan," katanya.
Achmad mengungkapkan, minat guru untuk mengikuti Diksus Cakep tahun ini sangat tinggi. Dari lebih dari 300 pendaftar, hanya 152 peserta yang dinyatakan lolos melalui proses seleksi secara proporsional berdasarkan jenjang pendidikan dan asal daerah.
"Itulah bagian dari ikhtiar kami untuk terus mewujudkan pesan Kiai Ahmad Dahlan agar Muhammadiyah terus melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkemajuan. Mudah-mudahan seluruh peserta mendapatkan bekal yang memadai untuk mengemban amanah sebagai kepala sekolah dan kepala madrasah," harapnya.
Melalui Diksus Cakep 2026, Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY berharap lahir calon-calon kepala sekolah dan madrasah yang tidak hanya memiliki kompetensi manajerial dan kepemimpinan yang kuat, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam pengelolaan pendidikan, sehingga sekolah dan madrasah Muhammadiyah di DIY semakin unggul, adaptif, dan berdaya saing.
What's Your Reaction?
-
2
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow