Saad Ibrahim: Bermuhammadiyah Harus Berbasis Iman, Bukan Sekadar Eksistensi Personal

Saad Ibrahim: Bermuhammadiyah Harus Berbasis Iman, Bukan Sekadar Eksistensi Personal

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Saad Ibrahim, menegaskan bahwa aktivitas bermuhammadiyah tidak ditujukan untuk membangun eksistensi pribadi, melainkan harus berlandaskan nilai keimanan dalam menjalankan amanah organisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal dan Konsolidasi Program Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang digelar di Pusdiklat Tabligh Institute Muhammadiyah, Tamantirto, Kasihan, Bantul, pada Jumat (11/4).

Dalam forum tersebut, Saad menekankan pentingnya membangun kebanggaan kolektif terhadap Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. Namun, menurutnya, kebanggaan tersebut tidak boleh berubah menjadi fanatisme kelembagaan yang lepas dari nilai spiritual.

“Kebanggaan harus dikaitkan dengan iman, sehingga menjadi energi dakwah, bukan sekadar identitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai organisasi besar, Muhammadiyah dituntut menjaga keberlanjutan gerakan melalui perencanaan program yang matang. Karena itu, Majelis Tabligh didorong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan sekaligus menyusun proyeksi ke depan.

Menurutnya, konsep legacy atau warisan kelembagaan menjadi penting, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga ideologis dan strategis bagi keberlanjutan dakwah.

Saad juga menyoroti perubahan lanskap dakwah di era modern yang dipengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan keterbukaan global. Kondisi ini, kata dia, menuntut pendekatan dakwah yang lebih kontekstual.

“Dakwah tidak cukup normatif, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan rasional dan situasi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya diukur dari jumlah amal usaha atau capaian institusional, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, Muhammadiyah diharapkan terus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan umat, seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, dan keterbelakangan pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Majelis Tabligh PP Muhammadiyah sebagai bagian dari konsolidasi program dakwah ke depan, sekaligus memperkuat arah gerakan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow