RunnerMu dan Wolf Running Club Gelar Sunset Run di Jalur Lintas Selatan Bantul
BANTUL — Komunitas lari Runner Muhammadiyah (RunnerMu) berkolaborasi dengan Wolf Running Club (WRC) menggelar kegiatan Sunset Run di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS), Kabupaten Bantul, pada Sabtu (24/1). Kegiatan ini menjadi ajang latihan bersama sekaligus sarana mempererat silaturahmi antar pelari.
Latihan lari nonkompetitif tersebut dipusatkan di Ombak Selatan Coffee, Desa Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, yang berfungsi sebagai titik start dan finish, serta lokasi berkumpul peserta sebelum kegiatan dimulai. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena berada di jalur JLS yang berdekatan dengan kawasan Pantai Baros dan Depok, yang selama ini dikenal sebagai jalur favorit olahraga lari dan bersepeda.
Sekretaris II RunnerMu, Afif Bimantara, menjelaskan bahwa Sunset Run merupakan kegiatan terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
“Sunset Run ini murni latihan bersama. Tidak ada unsur lomba atau komersial, fokusnya kebersamaan dan silaturahmi antar pelari,” ujar Afif.
Kegiatan lari dimulai pukul 16.00 WIB dengan konsep sunset run dan berakhir sebelum waktu Maghrib. Rute yang dilalui mencakup kawasan pedesaan di sekitar Kapanewon Kretek hingga Jalur Lintas Selatan. Menurut Afif, jalur tersebut dipilih karena relatif lebih aman dan nyaman dibandingkan rute perkotaan.
“Jalur pedesaan dan JLS lebih lebar serta minim persimpangan padat, sehingga lebih kondusif untuk lari bersama, meski saat pelaksanaan cukup ramai karena akhir pekan,” jelasnya.
Sekitar 120 peserta tercatat mendaftar dalam kegiatan ini. Namun, peserta yang hadir langsung di lokasi berkisar 50 hingga 60 orang. Afif menuturkan, hal tersebut wajar terjadi karena kegiatan bersifat gratis dan tidak mengikat.
Mayoritas peserta berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul. Informasi kegiatan disebarluaskan melalui grup WhatsApp komunitas serta media sosial Instagram RunnerMu dan Wolf Running Club.
Selain sebagai ajang silaturahmi, Sunset Run juga menjadi bagian dari agenda latihan bulanan RunnerMu yang rutin digelar di berbagai lokasi melalui kerja sama dengan mitra. Lebih dari itu, kegiatan ini membawa misi dakwah melalui pendekatan olahraga.
“RunnerMu adalah komunitas pelari Muhammadiyah. Dakwah kami lakukan secara bertahap lewat olahraga, misalnya dengan mengajak peserta mengenakan pakaian olahraga yang menutup aurat, tanpa membatasi keikutsertaan dari kalangan umum,” ungkap Afif.
Dari sisi teknis, kegiatan lari dilakukan secara berombongan dengan sistem pengamanan internal. Di barisan depan terdapat kapten lari yang memimpin arah, diikuti marshall yang mengawal rombongan dan memastikan peserta tetap berada di rute. Sementara itu, sweeper berada di barisan belakang untuk memastikan tidak ada peserta yang tertinggal.
“Jika ada peserta yang kelelahan, sweeper akan mengarahkan ke rute yang lebih pendek atau membantu agar bisa kembali dengan aman,” kata Afif.
Panitia juga disiagakan di area start dan finish untuk menyiapkan konsumsi sederhana berupa minuman dan makanan ringan. Meski bersifat self-support, kapasitas maksimal kegiatan ini diperkirakan dapat menampung hingga 200 peserta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow