Resmikan Masjid Al Huda, Abdul Mu’ti Tekankan Fungsi Masjid sebagai Pemersatu dan Pusat Pendidikan

Resmikan Masjid Al Huda, Abdul Mu’ti Tekankan Fungsi Masjid sebagai Pemersatu dan Pusat Pendidikan

Smallest Font
Largest Font

BANGKALAN — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pemersatu umat dan sarana pendidikan, saat meresmikan Masjid Al Huda Muhammadiyah di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jumat (1/5).

Dalam kesempatan itu, Mu’ti menyampaikan bahwa masjid tidak seharusnya hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan peradaban umat.

“Masjid harus menjadi tempat menyelesaikan berbagai persoalan dan menjadi pusat peradaban serta kebudayaan,” ujarnya di hadapan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Madura Raya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga fungsi masjid sebagai simbol persatuan. Mu’ti mengibaratkan hubungan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai dua sayap garuda yang bersama-sama membawa Indonesia maju.

Menurutnya, masjid yang dibangun Muhammadiyah tidak boleh menjadi sarana perpecahan seperti konsep Masjid Dhirar dalam sejarah Islam, melainkan harus memperkuat ukhuwah dan kebersamaan umat.

Selain aspek fungsi, Mu’ti mengingatkan bahwa kekuatan masjid tidak hanya terletak pada bangunan fisik, tetapi pada kualitas keimanan dan ketakwaan jamaahnya. Ia menilai, kemegahan masjid tidak berarti jika tidak diiringi dengan peningkatan spiritual masyarakat sekitar.

“Masjid harus makmur dan memakmurkan. Tidak hanya bangunannya yang ramai, tetapi masyarakat di sekitarnya juga harus merasakan manfaatnya,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut.

Lebih lanjut, Mu’ti mengajak seluruh pihak untuk membangun generasi yang dekat dengan masjid. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kondisi di mana masjid berdiri megah, tetapi minim jamaah.

Sebelum peresmian masjid, Mu’ti juga melakukan kunjungan ke SD Negeri Kajuanak 4 yang sempat roboh pada 2024. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan adanya dukungan revitalisasi berupa perbaikan empat ruang kelas, penambahan dua ruang kelas baru, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti ruang administrasi, UKS, dan toilet.

Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan pendidikan dan fasilitas publik di daerah.

Melalui peresmian Masjid Al Huda ini, Muhammadiyah berharap masjid dapat berfungsi secara luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan nilai keagamaan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow