RAKERPIM PWM DIY 2026 Tekankan Program Terukur dan Berdampak Nyata
YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) menggelar Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) 2026 pada Ahad (11/1) di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). RAKERPIM ini diikuti pimpinan PWM DIY bersama majelis dan lembaga tingkat wilayah sebagai agenda awal konsolidasi program kerja tahun 2026.
RAKERPIM PWM DIY membahas evaluasi program majelis dan lembaga tahun 2025, penyusunan program kerja Muhammadiyah DIY 2026, serta pemantapan arah kebijakan strategis organisasi. Sejumlah isu penting turut dibahas guna memastikan program persyarikatan berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi umat.
Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, M.A., dalam arahannya menegaskan pentingnya sinkronisasi program prioritas PWM DIY dengan program dari majelis dan lembaga. Adapun, sinkronisasi program-program antara PWM DIY dan majelis/lembaga bisa dibantu dengan skema pendanaan LAZISMU. Menurutnya, banyak program Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) yang dapat diakses pendanaannya, asalkan dirumuskan dengan bahasa program yang sesuai.
“LAZISMU adalah salah satu pilar utama dakwah Muhammadiyah. Karena itu, perlu ada pemahaman bersama agar program UPP dapat terhubung dan dibiayai secara optimal,” ujarnya.
Ikhwan menjelaskan, program prioritas PWM DIY 2026 merupakan hasil refleksi dan kolaborasi pimpinan harian, dengan fokus pada penguatan delapan program prioritas yang telah dijalankan sebelumnya. Program tersebut didorong tidak hanya memenuhi target kuantitatif, tetapi juga memiliki indikator dampak yang jelas dan terukur.
Ikhwan mencontohkan program pemantauan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang harus memiliki target capaian serta dampak nyata, seperti peningkatan jumlah peserta didik.
“Kita tidak hanya melaksanakan kegiatan, tetapi harus memastikan program itu berdampak. Setiap kegiatan harus bisa diukur capaian dan manfaatnya,” tegasnya.
Dalam RAKERPIM tersebut, PWM DIY juga memaparkan hasil survei kepuasan layanan PWM DIY tahun 2025 yang melibatkan 210 responden, baik dari internal maupun eksternal Muhammadiyah. Survei mencakup aspek keramahan petugas, kejelasan informasi, kedisiplinan layanan, kemudahan prosedur, hingga kenyamanan lingkungan kantor.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan mayoritas responden menyatakan sangat puas dan puas terhadap layanan PWM DIY. Meski demikian, beberapa catatan evaluatif tetap menjadi perhatian untuk peningkatan kualitas layanan ke depan.
“Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat agar budaya pelayanan Islami terus kita jaga dan tingkatkan,” kata Ikhwan.
RAKERPIM PWM DIY 2026 dilanjutkan dengan pertemuan teknis antara UPP dan pimpinan bidang untuk merumuskan target kuantitatif, waktu pelaksanaan, serta dampak program secara lebih detail. Langkah ini untuk mempersiapkan pelaporan kinerja PWM DIY kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah berbasis data dan capaian nyata.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow