PWM DIY Upayakan Integrasi Syiar Media Digital Muhammadiyah di Yogyakarta

PWM DIY Upayakan Integrasi Syiar Media Digital Muhammadiyah di Yogyakarta

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Di tengah derasnya arus informasi dan pertarungan narasi di dunia digital, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) terus berbenah. Melalui Workshop Pengembangan Media Digital Muhammadiyah DIY, Ahad (5/10), Dr. Farid Setiawan, M.Pd.I., Wakil Sekretaris PWM DIY, menegaskan pentingnya membangun sinergi dan tata kelola yang lebih solid dalam ekosistem media persyarikatan.

“Selama ini teman-teman media banyak bekerja sendiri-sendiri. Kini saatnya kita satukan langkah. Tidak ada lagi Mediamu, Humas, atau PWMDIY.mu.or.id yang terpisah—semua di bawah satu payung besar: Syiar Media Digital Muhammadiyah DIY,” ujar Farid.

Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk memperkuat peran dakwah digital Muhammadiyah di Yogyakarta. PWM DIY menyiapkan tiga tim utama: pengelola website, media sosial, dan analisis media. Sekretariat media di kantor PWM DIY juga akan difungsikan sebagai pusat kegiatan dan konsolidasi internal.

Farid menargetkan, hingga akhir 2025, tata kelola media PWM DIY sudah tertata dengan sistem kerja yang profesional, berbasis kolaborasi, dan siap untuk ekspansi digital ke berbagai amal usaha serta majelis dan lembaga. 

Gerakan Syiar Digital ini mengusung tagline: “Rebut Narasi, Raih Reputasi Institusi”. Tagline tersebut mencerminkan semangat dakwah Islam Berkemajuan yang edukatif, inklusif, berorientasi pada pencerahan, dan berbasis budaya. 

PWM DIY juga menetapkan visi menjadi media digital yang kredibel, inovatif, dan berkemajuan untuk merebut narasi publik serta memperkuat reputasi Muhammadiyah DIY di tingkat lokal, nasional, dan global.

Adapun misinya mencakup:

  1. Menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai nilai Islam berkemajuan.
  2. Mengembangkan branding digital Muhammadiyah yang konsisten, interaktif, dan edukatif.
  3. Mendorong partisipasi kader dan masyarakat melalui media digital yang inklusif dan kolaboratif.
  4. Menguatkan analisis media untuk membaca isu publik dan membangun respons strategis.
  5. Menjadi pusat komunikasi digital berbasis budaya, berorientasi pada dakwah pencerahan, dan keberlanjutan.

“Harapan kami, dari Oktober hingga Desember ini menjadi masa konsolidasi internal. Setelah itu, kita bisa melangkah lebih luas, memperkuat partisipasi dari PDM hingga amal usaha. Dengan sinergi yang baik, media Muhammadiyah DIY akan menjadi rumah narasi yang mencerahkan,” tutup Farid.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow