PWM DIY Tumbuhkan Semangat Hijau Sejak Dini Melalui Program Sekolah Adiwiyata 2025

PWM DIY Tumbuhkan Semangat Hijau Sejak Dini Melalui Program Sekolah Adiwiyata 2025

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Jihad lingkungan bukan hanya sekedar slogan bagi Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (MLH-PWM DIY). Melalui program Lomba Sekolah Adiwiyata Muhammadiyah 2025, MLH berupaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. 

Perlu diketahui, Lomba Sekolah Adiwiyata Muhammadiyah merupakan salah satu kegiatan yang digelar MLH untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Program ini diselenggarakan pada 20 Mei – 21 Juni 2025. Ketua MLH PWM DIY Ahid Mudayana mengatakan, Ditahap sosialisasi, lomba sekolah adiwiyata diikuti lebih dari 50 sekolah Muhammadiyah di DIY, mulai dari tingkat SD hingga SMP.

Berikutnya tim MLH melakukan verifikasi lapangan di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 
“Hingga tahap akhir yang kita lakukan penjurian di lapangan, kita tetapkan 8 sekolah menjadi finalis lomba sekolah adiwiyata, baik SD maupun SMP,” kata Ahid, Sabtu (28/6). 

Adapun kedelapan finalis tersebut, yakni, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SD Muhammadiyah Domban 2, SMP Muhammadiyah 2 Sleman, SMP Muhammadiyah Pakem, SD Muhammadiyah Pakel, SMP Muhammadiyah 1 Gamping, SMP Muhammadiyah Unggulan Ashidiq, dan SD Muhammadiyah Mertosanan. Dari kedelapan finalis tersebut, SD Muhammadiyah Pakel menjadi juara pertama Lomba Sekolah Adiwiyata Muhammadiyah, diikuti SMP Muhammadiyah 2 dan SD Muhammadiyah Mertosanan yang berada di posisi kedua dan ketiga. 

Para pemenang Lomba Sekolah Adiwiyata Muhammadiyah diumumkan dalam dalam puncak perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bertajuk “Aksi Nyata untuk Wujudkan Bumi Lestari” yang digelar MLH di Embung Giwangan, Sabtu (28/6). Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Sapardiyono, mengatakan Muhammadiyah sudah sejak lama memandang isu lingkungan sebagai bagian dan tanggung jawab keumatan, serta dakwah sosial ekologis. 

Melalui Majelis Lingkungan Hidup, amal usaha persyarikan, serta komunitas-komunitas lokal, Muhammadiyah telah memulai langkah nyata melalui pemberdayaan sekolah dan madrasah adiwiyata, advokasi dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan, dan gerakan filantropi lingkungan berbasis komunitas. 

“(Lomba sekolah adiwiyata) merupakan bagian dari tajdid dan ijtihad Muhammadiyah, yakni pembaruan cara pandang dan perilaku dalam menjaga bumi,” ujar Sapardiyono. 

Selain itu, sambung Sapardiyono, lomba sekolah adiwiyata juga termasuk upaya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan hidup sejak dini. 

“Sekecil apapun aksi kita hari ini merupakan bagian dari jihad peradaban dan jihad ekologis. Kita ingin menginggalkan warisan bumi yang sehat, bukan bumi yang sekarat untuk anak cucu kita,” tandas Sapardiyono.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow