Perkuat Kompetensi Mubaligh, Kursus Tabligh Muhammadiyah Angkatan II PDM Sleman Berlanjut

Perkuat Kompetensi Mubaligh, Kursus Tabligh Muhammadiyah Angkatan II PDM Sleman Berlanjut

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan agama, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dapat dipahami, menyentuh hati, dan menjawab kebutuhan umat. Semangat inilah yang menjadi landasan pelaksanaan Kursus Tabligh Muhammadiyah Angkatan II yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman.

Memasuki sesi kedua pada Sabtu (17/10), agenda yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Sleman ini menghadirkan Prof. Dr. Halim Purnomo, M.Pd.I., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan materi bertajuk “Kompetensi Mubaligh dan Metode Pengembangan Tabligh”. Materi ini menjadi bekal penting untuk memperkuat kapasitas para mubaligh, baik dari aspek kompetensi personal maupun kemampuan memilih metode dakwah yang tepat sesuai dengan karakteristik jamaah dan perkembangan masyarakat.

Sesi pelatihan dipandu oleh Irfan Yanuar Arifin selaku Wakil Ketua Seni, Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin siap menjalankan peran dakwah secara komunikatif, terarah, dan relevan dengan tantangan zaman.

Kursus Tabligh Muhammadiyah Angkatan II diinisiasi oleh Majelis Tabligh, Tarjih, dan Tajdid PDM Sleman bekerja sama dengan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Sleman, PDPM Sleman, serta Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Aisyiyah (PDNA) Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dari seluruh cabang se-Kabupaten Sleman.

Rangkaian kursus dilaksanakan dalam tiga pertemuan, yakni pada 10 Oktober 2036, 17 Oktober 2026, dan dijadwalkan berlanjut pada 24 Oktober 2026.

Melalui kegiatan ini, PDM Sleman berupaya menyiapkan kader dakwah yang tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang baik, tetapi juga kecakapan dalam menyampaikan pesan, memahami kebutuhan jamaah, serta mengembangkan pendekatan tabligh yang sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat.

Dakwah yang bermakna bukan semata-mata tentang pesan yang disampaikan, melainkan juga nilai yang dipahami, kesadaran yang tumbuh, dan perubahan positif yang dihadirkan di tengah umat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow