LAZISMU Berbah Salurkan Santunan Yatim dan Panen Perdana Mentimun Jawa di Lahan Wakaf Produktif
SLEMAN — Kantor Layanan LAZISMU Berbah menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat. Bertempat di Gedung Dakwah Hj. Amronah Fadil, Jalan Sampaan–Berbah, Padukuhan Tegalturi, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, LAZISMU Berbah menggelar dua kegiatan sekaligus, yakni penyaluran santunan bagi anak yatim dan panen perdana mentimun jawa di lahan wakaf produktif, Kamis (5/3).
Dalam kegiatan tersebut, LAZISMU Berbah menyalurkan dana sebesar Rp12.000.000 kepada Panti Asuhan (PA) Ukhuwatul Aitam Berbah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor LAZISMU Berbah, Saifu Rijal, kepada Ketua PA Ukhuwatul Aitam, Anas Mahduri.
“Alhamdulillah, hari ini kami melakukan pentasyarufan ZIS (zakat, infak, dan sedekah) untuk santri PA Ukhuwatul Aitam. Harapan kami, bantuan ini dapat membuat para santri berbahagia menyambut hari yang fitri nanti,” ujar Saifu Rijal.
Anas Mahduri menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dana yang diterima tidak hanya untuk santri yang tinggal di panti, tetapi juga untuk anak-anak yatim di wilayah Berbah yang masih tinggal bersama keluarga mereka.
“Kami rutin memberikan bantuan sembako, biaya sekolah (SPP), hingga pakaian baru untuk Lebaran. Dukungan dari Lazismu hari ini sangat membantu, insyaallah akan kami gunakan untuk membelikan baju Lebaran anak-anak serta mendukung operasional panti, apalagi pekan ini jadwal santunan cukup padat,” jelasnya.
Selain penyaluran santunan, kegiatan ini juga ditandai dengan panen perdana mentimun jawa di lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi yang berada di belakang Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah. Lahan tersebut merupakan wakaf dari Hj. Amronah Fadil yang mulai dimanfaatkan sejak November 2025.
Kusdiana, petani yang mengelola lahan tersebut, mengungkapkan bahwa sekitar 2.000 lubang tanam telah digarap sejak Januari 2026.
“Ini adalah panen perdana setelah 43 hari masa tanam. Saat ini kebutuhan pasar untuk timun jawa mencapai sekitar dua ton per hari, sehingga potensi ekonominya cukup besar,” ungkap Kusdiana.
Ketua PCM Berbah, Akhmad Muhajir Hanifi, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan wakaf ini merupakan bagian dari strategi penguatan pilar ekonomi dakwah.
“Selama ini dakwah banyak bertumpu pada ZIS. Ke depan, kita perlu memperkuatnya melalui pengembangan wakaf produktif. Komoditas timun ini akan terus kami kembangkan di lahan wakaf lainnya agar hasilnya dapat menopang kegiatan dakwah secara berkelanjutan,” tegasnya.
Di samping sektor pertanian, LAZISMU Berbah juga aktif mengembangkan layanan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Saat ini, LAZISMU Berbah mengoperasikan dua unit mobil ambulans dan satu unit mobil layanan umat untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Selain itu, terdapat unit usaha ayam potong yang berlokasi di depan kantor dan beroperasi setiap hari pukul 05.30–10.00 WIB. Unit usaha tersebut mampu menjual rata-rata 100 potong ayam per hari serta mempekerjakan warga sekitar dengan penghasilan setara upah minimum.
Melalui sinergi pengelolaan zakat yang amanah dan pemanfaatan aset wakaf secara produktif, LAZISMU Berbah optimistis dapat terus memperluas manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi dakwah di wilayah Sleman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow