Lewat QurbanMu, Muhammadiyah Kelola Kurban dengan Transparan dan Terintegrasi

Lewat QurbanMu, Muhammadiyah Kelola Kurban dengan Transparan dan Terintegrasi

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Transformasi digital terus dilakukan Muhammadiyah dalam memperkuat layanan filantropi dan pemberdayaan umat. Salah satu langkah terbaru diwujudkan melalui pengembangan QurbanMu, layanan kurban digital yang terintegrasi dalam aplikasi MASA hasil kolaborasi LabMu dan LAZISMU.

Melalui platform tersebut, masyarakat kini dapat menunaikan ibadah kurban secara lebih mudah dalam satu ekosistem digital. Mulai dari pemilihan hewan kurban, pembayaran, hingga pemantauan pengelolaan dan pendistribusian kurban dapat dilakukan secara daring dengan sistem yang terintegrasi.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun tata kelola filantropi yang semakin modern, transparan, dan akuntabel. Dengan dukungan teknologi digital, proses penghimpunan serta distribusi kurban diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menilai pemanfaatan teknologi dalam layanan kurban merupakan langkah yang sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, aplikasi MASA menghadirkan kemudahan bagi masyarakat tanpa mengurangi nilai ibadah maupun amanah dalam pengelolaannya.

“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (3/6).

Dalam kolaborasi tersebut, LabMu berperan menyediakan infrastruktur teknologi yang memungkinkan seluruh proses pengelolaan kurban dilakukan secara terukur dan terintegrasi. Sementara itu, LAZISMU memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai prinsip amanah, profesional, transparan, serta memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat.

Ketua Badan Pengurus LAZISMU, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan digitalisasi layanan kurban telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan hewan kurbannya. Menurutnya, sinergi antara LAZISMU dan aplikasi MASA memungkinkan proses berkurban dilakukan secara praktis melalui perangkat digital.

Kepercayaan masyarakat terhadap layanan tersebut juga terus meningkat. Hingga saat ini, penghimpunan kurban melalui platform QurbanMu tercatat mencapai 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba.

Mujadid berharap penghimpunan kurban melalui platform digital dapat memperluas jangkauan distribusi manfaat, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah rawan bencana, serta berbagai program sosial seperti pencegahan stunting.

Menurutnya, digitalisasi bukan hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat dampak sosial dari ibadah kurban. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, distribusi kurban dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ke depan, Muhammadiyah berkomitmen terus mengembangkan berbagai layanan digital keumatan melalui kolaborasi lintas ekosistem. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan filantropi sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi kebutuhan umat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow