Muhammadiyah Dorong Standarisasi Manajemen Dakwah dan Tata Kelola Masjid
BANYUMAS — Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendorong standarisasi manajemen dakwah, penguatan tata kelola masjid, serta integrasi Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) dalam gerakan kemasjidan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Waluyo, dalam kegiatan Konsolidasi Dakwah dan Kemasjidan Muhammadiyah se-Banyumas Raya yang digelar di Masjid At Tajdid, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Banyumas, Ahad (3/5).
Waluyo menegaskan, amanah Muktamar ke-48 Muhammadiyah menuntut penataan dakwah yang lebih sistematis. Menurutnya, dakwah tidak cukup dijalankan hanya dengan semangat, tetapi perlu didukung sistem manajemen yang jelas dan terstruktur.
“Manajemen dakwah mencakup pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, strategi, hingga kelembagaan yang harus ditata dengan baik,” ujarnya.
Ia menilai selama ini pengelolaan dakwah dan masjid belum sepenuhnya mengikuti standar manajemen seperti yang diterapkan pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), seperti kampus, sekolah, dan rumah sakit yang telah memiliki sistem yang lebih mapan.
Menurutnya, jika amal usaha tersebut mampu berkembang karena dukungan manajemen yang baik, maka masjid sebagai basis utama gerakan Muhammadiyah juga perlu dikelola dengan pendekatan serupa.
Selain itu, Waluyo menekankan pentingnya tata kelola masjid dan musala yang mencakup aspek administrasi, keuangan, sumber daya manusia, program dakwah, hingga jejaring kelembagaan.
Ia menyebut masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan jamaah, kaderisasi, pelayanan sosial, dan pemberdayaan umat.
“Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah berbasis masjid harus diiringi dengan manajemen yang rapi dan terukur,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti perlunya integrasi antara Majelis Tabligh, pengelola masjid, dan KMM. Integrasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pembinaan mubalig berjalan terarah dan berkelanjutan sesuai dengan garis ideologi Muhammadiyah.
Waluyo menambahkan, keberadaan KMM di setiap tingkatan organisasi, baik daerah maupun cabang, perlu diperkuat. Jika belum terbentuk, maka perlu segera dilakukan pembentukan dan pengorganisasian agar dakwah Muhammadiyah memiliki sumber daya manusia yang siap dan terkoordinasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow