Muhammadiyah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Transformasi Rumah Sakit Digital

Muhammadiyah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Transformasi Rumah Sakit Digital

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Talkshow kesehatan dalam rangkaian Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) #4 pada Ahad (14/9) menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif berbeda namun saling melengkapi. Mereka menyoroti pentingnya gaya hidup sehat, layanan rumah sakit berbasis dakwah, serta transformasi digital untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah.

Dokter sekaligus influencer, dr. Lula Kamal, menegaskan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar yang tidak bisa diabaikan. Menurutnya, penyakit tidak semata-mata takdir, melainkan seringkali akibat manusia tidak bersyukur dan lalai menjaga tubuh yang Allah titipkan.

“Olahraga itu tidak mesti yang ribet, cukup bergerak dan jalan kaki. Jaga pola makan dengan konsep isi piringku, banyak sayur, buah, dan protein yang tidak harus daging. Batasi gula, garam, dan lemak. Dan jangan lupa, stres juga faktor besar yang merusak kesehatan. Islam sudah mengajarkan obat stres: sabar dan syukur,” ujarnya.

Lula juga menekankan pentingnya menemukan kebahagiaan kecil (small happiness) setiap hari agar mental tetap sehat. Ia mencontohkan bangun lebih pagi atau bisa salat tanpa dibangunkan orang tua sebagai kemenangan sederhana yang perlu disyukuri.

Sementara itu, dr. M. Arifuddin, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Sleman, menyoroti keunikan layanan rumah sakit Muhammadiyah yang tidak hanya mengutamakan aspek medis, tetapi juga spiritual.

“Di PKU, pasien bisa tetap beribadah meski dalam kondisi sakit. Ada azan, ada yang mengingatkan salat, bahkan diajarkan wudhu atau tayamum. Itu semua menjadi bentuk dakwah Muhammadiyah melalui rumah sakit,” jelasnya.

Arifuddin menambahkan, rumah sakit Muhammadiyah dibangun dengan semangat swadaya dan keikhlasan. Tujuannya, agar pasien bukan hanya sembuh secara fisik, tetapi juga semakin dekat dengan Allah, bahkan bila akhirnya dipanggil oleh Allah tetap dalam keadaan husnul khatimah.

Dari sisi inovasi, Didik Meiko selaku Business Development Director PT Surya Mediatama Maxima, menggarisbawahi pentingnya digitalisasi layanan rumah sakit. Menurutnya, sistem digital akan memudahkan pasien maupun tenaga medis dalam mengakses layanan secara cepat dan terintegrasi.

“Dengan smart digital solution, semua terhubung, dari jadwal dokter, laboratorium, farmasi, hingga pembayaran. Pasien tidak lagi kebingungan. Bahkan keluarga dari luar kota bisa memberi ucapan penyemangat lewat layar digital di ruang perawatan,” jelasnya.

Digitalisasi, lanjut Didik, bukan hanya mempercepat layanan, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan rumah sakit tanpa membebani pasien, melainkan melalui model bisnis ke bisnis. Program ini sedang diujicobakan di beberapa rumah sakit Islam dan Muhammadiyah sebelum diluncurkan secara nasional.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow