Muhammadiyah Bangun Ekosistem Kewirausahaan Gotong Royong melalui Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan
YOGYAKARTA — Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Organisasi Hubungan Antar Lembaga (OHAL) pada Ahad (31/5). Kegiatan yang berlangsung secara campuran (daring dan luring) melalui Zoom dan di Aula Lantai 1 Gedoeng Moehammadijah, Jalan KH Ahmad Dahlan No. 103, Kota Yogyakarta ini membahas pengembangan ekosistem kewirausahaan berbasis gotong royong dalam Program Napak Tilas Jejak KH Ahmad Dahlan.
Ketua Umum LPEK PP Muhammadiyah, Drs. H. Warsangka, membuka kegiatan tersebut. Ia berharap Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan tidak hanya menjadi wisata sejarah semata, tetapi berkembang menjadi wisata edukasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat di wilayah yang terlibat maupun kawasan sekitarnya.
Paparan pertama disampaikan oleh Ghifari Yuristiadhi, M.A., M.M., CHE., selaku Wakil Sekretaris 4 LPEK PP Muhammadiyah, didampingi Bendahara Umum LPEK PP Muhammadiyah, Nur Aisyah Haifani. Ghifari menjelaskan bahwa Muhammadiyah yang berdiri sejak 1912 memiliki jejak sejarah panjang yang melahirkan berbagai warisan budaya (heritage) dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus.
Menurutnya, berbagai peninggalan tersebut tidak hanya menjadi bukti perjalanan Muhammadiyah, tetapi juga mencerminkan kontribusi organisasi dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan diharapkan menjadi sarana pembelajaran sejarah sekaligus media untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan, pemikiran, dan keteladanan KH Ahmad Dahlan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Abu Yazid, S.I.P, M.M., anggota Bidang OHAL LPEK PP Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan struktur kelembagaan Muhammadiyah, fungsi majelis, lembaga, dan biro, serta berbagai ketentuan yang mengatur keberadaan LPEK sebagai bagian dari upaya penyamaan persepsi peserta FGD.
Sementara itu, Ketua Bidang OHAL LPEK PP Muhammadiyah, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., memaparkan materi bertajuk “Ekosistem Kewirausahaan LPEK PPM: Program Napak Tilas Jejak KH Ahmad Dahlan”. Melalui materi tersebut, peserta diajak membangun kesamaan persepsi mengenai pengembangan ekosistem kewirausahaan berbasis Model Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur.
Rika menjelaskan bahwa G2R Tetrapreneur merupakan sistem silaturahmi ekonomi berbasis gotong royong yang mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dan sumber daya, baik manusia maupun alam, untuk menciptakan, mengembangkan, dan memperkuat usaha masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
“Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal, kearifan lokal, budaya, serta jejaring kolaborasi yang dimiliki,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kewirausahaan melalui Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan merupakan langkah strategis untuk memetakan potensi, menyinergikan peran berbagai pihak, serta membangun kerangka kerja kewirausahaan yang terintegrasi di seluruh tingkatan organisasi Muhammadiyah.
Dalam diskusi, sejumlah isu strategis turut mengemuka. Di antaranya terkait belum adanya kelembagaan yang secara khusus mengelola titik-titik ziarah dalam program napak tilas, potensi persaingan harga antarpelaku usaha, hingga pengelolaan arus keuangan yang terlembaga agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh Persyarikatan.
Peserta juga menyoroti kondisi sebagian lokasi ziarah yang berada di tengah permukiman warga. Karena itu, diperlukan tata kelola yang baik agar aktivitas wisata tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan destinasi wisata sejarah dan ziarah secara profesional juga menjadi perhatian penting.
FGD ini menegaskan komitmen LPEK PP Muhammadiyah untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan melalui Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan. Program yang mencakup kawasan Karangkajen, Kotagede, dan Kauman tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi wilayah-wilayah utama jejak perjuangan KH Ahmad Dahlan, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan sekitarnya.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain perwakilan PWM DIY, PRA Karangkajen, Yayasan KH Ahmad Dahlan, Mushola 'Aisyiyah Kauman, Langgar Kidul KH Ahmad Dahlan, Museum Muhammadiyah, PRM Kauman, pengelola Makam Kauman, PCM Gondomanan, PCM Mergangsan, PDM Kota Yogyakarta, PRM Karangkajen, Takmir Masjid Jami Karangkajen, MPI PP Muhammadiyah, Kampung Sains Karangkajen, serta Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) PP ‘Aisyiyah.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow