Milad ke-65, IPM DIY Luncurkan IPM Kids untuk Perkuat Perkaderan Sejak Sekolah Dasar

Milad ke-65, IPM DIY Luncurkan IPM Kids untuk Perkuat Perkaderan Sejak Sekolah Dasar

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Memasuki usia ke-65 tahun, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) terus meneguhkan komitmennya sebagai organisasi pelajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui Resepsi Milad ke-65 IPM yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) IPM Daerah Istimewa Yogyakarta di Phytagoras Hall Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu (25/7), IPM DIY resmi meluncurkan inovasi perkaderan pelajar di sekolah.

Resepsi milad diikuti ratusan pelajar Muhammadiyah se-DIY. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Cahyono, S.Ag., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta Agus Trimadi, S.IP., M.Acc., Ketua PP IPM Bidang Perkaderan Muhammad Zulfa Zaidan Ichsanie, jajaran organisasi otonom Muhammadiyah DIY, kepala sekolah Muhammadiyah, serta kader IPM se-DIY.

Ketua Umum PW IPM DIY, Syauqi Marsa Taqiyuddin, menegaskan bahwa selama 65 tahun perjalanan organisasi, IPM terus berupaya menghadirkan gerakan yang sesuai dengan kebutuhan pelajar. Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi justru menjadi bukti ketangguhan IPM dalam menjaga eksistensi dan kebermanfaatannya.

"Ibarat roller coaster di wahana bermain yang jalannya naik turun, Ikatan Pelajar Muhammadiyah selama 65 tahun menghadapi berbagai dinamika. Namun, kita mampu bertahan hingga hari ini, tidak hilang, tidak pupus harapannya, dan terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi pelajar Muhammadiyah bahkan pelajar secara umum," ujar Syauqi.

Ia menjelaskan, sejak awal berdiri IPM memiliki dua misi utama, yakni memperkuat gerakan amar makruf nahi mungkar Muhammadiyah lewat pendekatan yang sesuai dengan kalangan pelajar serta menjadi wadah kaderisasi Muhammadiyah sejak usia dini.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran IPM Kids, program perkaderan untuk jenjang sekolah dasar. Dengan peluncuran ini, DIY menjadi wilayah kedua di Indonesia setelah Jawa Timur yang secara legal membentuk IPM Kids.

Sebagai tahap awal, terdapat empat sekolah yang menjadi proyek percontohan, yakni SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, SD Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta, SD Unggulan 'Aisyiyah Bantul, dan SD Muhammadiyah Suronatan.

Syauqi menegaskan, peluncuran IPM Kids bukan sekadar seremoni. Dalam beberapa bulan ke depan, PW IPM DIY bersama Pimpinan Daerah IPM se-DIY akan membentuk tim khusus guna mempercepat pengembangan IPM Kids di berbagai sekolah dasar Muhammadiyah.

"Kami akan melaksanakan agenda-agenda strategis untuk memperluas sayap dakwah IPM di sekolah dasar. Insya Allah akan makin banyak sekolah yang membentuk IPM Kids sebagai wujud percepatan perkaderan," katanya.

Ketua PP IPM Bidang Perkaderan, Muhammad Zulfa Zaidan Ichsanie, menyambut baik langkah PW IPM DIY tersebut. Menurutnya, kaderisasi harus memiliki arah yang jelas agar tidak sekadar menjadi rutinitas organisasi.

"Perkaderan tanpa tujuan hanya akan melahirkan kelelahan kolektif. Jangan sampai IPM hanya melahirkan generasi amatiran," tegasnya.

Ia menilai kehadiran IPM Kids menjadi bukti bahwa IPM mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperkuat pembinaan karakter pelajar Muhammadiyah sejak usia sekolah dasar. 

Program IPM Kids sendiri, lanjut Zaidan, telah dirintis oleh PW IPM Jawa Timur sejak beberapa periode lalu. Kehadirannya di DIY dinilai sangat relevan mengingat perkembangan sekolah-sekolah dasar Muhammadiyah yang semakin pesat dan mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat.

Karena itu, IPM perlu hadir mengawal proses pembinaan siswa sejak dini agar mereka memperoleh ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menginternalisasi nilai-nilai Muhammadiyah.

Menurutnya, keberhasilan perkaderan tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari kualitas kader yang dihasilkan.

"Berapa banyak kita melaksanakan Baitul Arqam dan Taruna Melati, tetapi jika kualitas hidup, intelektual, dan gerakan kader tidak meningkat, maka itu harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Resepsi Milad ke-65 IPM DIY turut dimeriahkan dengan pementasan seni dan budaya berupa teater sejarah Muhammadiyah yang mengangkat sosok KH Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan, flashmob peluncuran IPM Kids, serta pengumuman pemenang berbagai lomba dalam rangka Milad ke-65 IPM.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow