MDMC Lampung Bekali HW Kalirejo Keterampilan Kesiapsiagaan Bencana

MDMC Lampung Bekali HW Kalirejo Keterampilan Kesiapsiagaan Bencana

Smallest Font
Largest Font

LAMPUNG TENGAH — Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung memberikan pembekalan kesiapsiagaan bencana bagi para pandu pengenal dan penghela Hizbul Wathan (HW) dari MTs dan MA Muhammadiyah Kalirejo. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (25/10) di Gedung ‘Aisyiyah Kalirejo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.

Pelatihan bertajuk “Keterampilan dan Pendidikan Karakter untuk Menjadi Pemuda dan Pemudi Hizbul Wathan Tangguh dan Kuat” ini menghadirkan dua pemateri dari MDMC Lampung, yakni Tri Priyo Saputro dan Bima Kunta Dewa. Keduanya membawakan materi berjudul “Siap dan Tangguh Hadapi Bencana.”

Tujuan utama pelatihan ini adalah mengubah cara pandang peserta terhadap bencana, dari rasa takut menjadi sikap siap dan tanggap. Selain itu, peserta juga ditanamkan nilai-nilai Islam Berkemajuan dan semangat Al-Ma’un, sebagai landasan moral untuk bergerak dan membantu sesama.

Kegiatan diikuti oleh 183 siswa, terdiri atas 122 siswa MTs dan 61 siswa MA Muhammadiyah Kalirejo. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala MTs Muhammadiyah Kalirejo, Anwar Fauzi, S.Pd., dan Kepala MA Muhammadiyah Kalirejo, Muhammad Shoheh, S.Pd.I.

Para siswa diajak memahami pentingnya menjadi relawan tangguh bencana di lingkungan masing-masing, dengan berpegang pada prinsip “Khoirunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain).

Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, meliputi mengenali peta risiko bencana, menentukan jalur evakuasi, menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB), teknik berlindung, serta prosedur evakuasi menuju titik kumpul aman.

Tri Priyo Saputro selaku pematerimenegaskan bahwa tidak ada tempat yang sepenuhnya aman dari ancaman bencana. 

“Kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kebutuhan,” ujarnya. Ia menambahkan, bencana seharusnya tidak hanya dipandang sebagai musibah, tetapi juga sebagai ujian dan ladang amal.

“Kesiapsiagaan merupakan bagian dari ibadah seorang Muslim berkemajuan, karena mencerminkan kepedulian sosial terhadap nasib sesama,” imbuh Priyo.

Sementara itu, Anwar Fauzi menilai pelatihan ini sebagai sarana penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan praktis kader Hizbul Wathan.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk melatih kader yang tangguh, kuat, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat sesuai nilai-nilai Kemuhammadiyahan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mampu menyelamatkan diri saat bencana, tetapi juga berperan aktif dalam aksi kemanusiaan pascabencana. Dengan bekal keterampilan teknis dan kekuatan mental, mereka diharapkan tumbuh menjadi pemuda dan pemudi Hizbul Wathan yang tangguh, peduli, dan menjadi wujud nyata semangat Al-Ma’un di tengah masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow