LAZISMU DIY Gelar RAKERWIL, Susun Strategi untuk Program Kerja dan Arah Baru di 2026

LAZISMU DIY Gelar RAKERWIL, Susun Strategi untuk Program Kerja dan Arah Baru di 2026

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) 2026 pada Jumat–Sabtu (5–6/12) di University Hotel UIN Sunan Kalijaga. Agenda tahunan ini menjadi tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) LAZISMU PP Muhammadiyah yang berlangsung 1–8 November 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Puluhan peserta dari Kantor Daerah dan Kantor Layanan LAZISMU se-DIY hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa RAKERWIL menjadi ruang penting untuk melahirkan strategi dan arah baru bagi peningkatan manfaat LAZISMU. “Insya Allah nantinya akan lahir berbagai strategi dan rumusan yang menjadikan LAZISMU makin bermanfaat bagi masyarakat, bagi negeri ini, dan umat manusia,” ujarnya.

Menurutnya, predikat LAZISMU terbaik bukan alasan untuk berpuas diri. Jefree menekankan bahwa pengelolaan lembaga amil zakat adalah amanah besar yang menuntut kesungguhan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 58–59. “Mengelola organisasi tidak boleh sembarangan. Jangan meremehkan amanah, karena sekali menggampangkan akan terlihat dari bagaimana masyarakat memandang kita,” tegasnya.

Ia mengingatkan pentingnya integritas, inovasi berkelanjutan, serta ketaatan pada norma-norma Muhammadiyah sebagai induk organisasi. “LAZISMU adalah bagian dari Muhammadiyah. Maka norma keorganisasian yang sudah ada harus dipegang. Ketaatan kepada pimpinan sebagai ulil amri wajib dilakukan," jelas Jefree.

Jefree juga meminta seluruh peserta mengikuti RAKERWIL dengan serius serta memberikan masukan konstruktif untuk memperkuat arah gerak LAZISMU di DIY.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Prof. Dr. H. Ariswan, M.Si., D.E.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa RAKERWIL harus menjadi penjabar implementatif dari keputusan RAKERNAS. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Predikat terbaik nasional harus dibuktikan dengan kinerja yang dirasakan masyarakat. Program-program itu perlu dikawal dan didampingi agar benar-benar membawa perubahan. Intinya, kita bersama majelis dan lembaga lain mendampingi program kerja LAZISMU DIY agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzakki,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus LAZISMU PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais, M.IR., menegaskan bahwa DIY memiliki peran strategis dalam mencapai target nasional penghimpunan dana LAZISMU tahun 2026 sebesar Rp801 miliar.

“Untuk bisa mewujudkan target nasional, setiap wilayah diberikan target masing-masing. DIY ditargetkan menghimpun sekitar Rp60 miliar pada 2026,” terangnya.

Menurutnya, RAKERWIL menjadi forum penting untuk merumuskan strategi, pembagian target antar daerah, serta penguatan program nasional. Salah satu program prioritas adalah Kampung Berkemajuan, yang secara nasional ditetapkan salah satunya berada di DIY, yakni Kampung Grubug, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, daerah yang dikenal dengan pengembangan budidaya pisang.

“Program ini tentu tidak hanya berhenti di satu kampung saja. Harapannya dapat berkembang di banyak wilayah lain,” tambahnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow