Kuatkan Ideologi di Bulan Suci, PCM Ngagel Gelar Baitul Arqam bagi 486 Guru dan Tenaga Kependidikan

Kuatkan Ideologi di Bulan Suci, PCM Ngagel Gelar Baitul Arqam bagi 486 Guru dan Tenaga Kependidikan

Smallest Font
Largest Font

SURABAYA — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Kota Surabaya, menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam 1447 H bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) sekolah Muhammadiyah se-Cabang Ngagel. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 28 Februari hingga 1 Maret 2026, di SMAMDA Tower Surabaya.

Mengusung tema “Aktualisasi Fungsi Sekolah sebagai Lahan Dakwah dan Perkaderan”, Baitul Arqam tersebut diikuti oleh 486 peserta. Kegiatan ini bertujuan membina ideologi keislaman sekaligus menguatkan kepemimpinan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Ketua PCM Ngagel Surabaya, Drs. H. Ahmad Zaini, M.Pd., saat membuka acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap menunjukkan semangat tinggi meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.

“Saat lagu Indonesia Raya dan Sang Surya dikumandangkan, suaranya sangat menggelegar. Itu menunjukkan semangat kita mengikuti Baitul Arqam ini. Walaupun puasa, harus tetap semangat,” ujarnya.

Ahmad Zaini menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah bukan sekadar institusi pendidikan formal, tetapi juga ruang pengabdian dan tempat lahirnya kader-kader persyarikatan yang tangguh.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Ngagel merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen persyarikatan.

“Ketika masuk ke Cabang Ngagel, kita harus ingat bahwa ini adalah lahan pengabdian,” tegasnya.

Di tengah capaian jumlah siswa Muhammadiyah secara nasional yang telah melampaui satu juta jiwa, Ahmad Zaini juga menyoroti tantangan kaderisasi yang masih dihadapi, terutama minimnya kader yang bersedia mengelola dakwah di tingkat akar rumput seperti di masjid-masjid.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia memaparkan empat karakter utama yang harus dimiliki kader Muhammadiyah, yakni:

  1. Berjiwa Al-Ma’un, memiliki kepedulian sosial dan ringan tangan membantu sesama.

  2. Cerdas dan adaptif, mampu berpikir kritis serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

  3. Beretos kerja jihad, memiliki semangat pengabdian yang diniatkan sebagai ibadah.

  4. Ideologis, memahami ajaran Islam dan Kemuhammadiyahan secara mendalam.

Kegiatan Baitul Arqam ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ustadz Sugeng Purwanto, Dr. H. Ridlwan, dan Prof. Dr. Achmad Zuhdi Dh.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. M. Ridlwan, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perkembangan PCM Ngagel yang dinilai sebagai salah satu cabang Muhammadiyah dengan capaian signifikan di Surabaya.

“PCM Ngagel merupakan cabang dengan capaian tertinggi di Surabaya. Bahkan kesejahteraan gurunya termasuk yang tertinggi se-Surabaya,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan pembinaan berkelanjutan bagi para guru.

“Jangan sampai yang sudah berkualitas ini justru turun. Karena itu pembinaan kader seperti Baitul Arqam ini sangat diperlukan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ridlwan juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW tentang empat perkara yang akan dimintai pertanggungjawaban manusia pada hari kiamat, yaitu umur, jasad, ilmu, dan harta.

Ia mengajak para guru memanfaatkan forum Baitul Arqam untuk memperdalam ilmu agama serta terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik dan kader persyarikatan.

Menutup sambutannya, ia berharap seluruh keluarga besar Muhammadiyah di Cabang Ngagel senantiasa mendapatkan bimbingan Allah SWT dan tetap menjaga keikhlasan dalam menjalankan amanah dakwah.

“Tanpa keikhlasan, semua bisa menjadi celaka. Semoga kita semua istiqamah dalam dakwah dan pengabdian,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow