Kolaborasi LAZISMU Atasi Kekeringan di Girisubo: 4 Tandon Baru Hidupkan Harapan Warga Pendowo
GUNUNGKIDUL — Bagi warga Dusun Pendowo, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi perjuangan panjang setiap musim kemarau. Sumur-sumur sering mengering, sementara jarak ke sumber air terdekat bisa mencapai beberapa kilometer.
Karena itu, suasana haru dan syukur menyelimuti warga saat empat titik tandon air baru resmi dihadirkan melalui kolaborasi LAZISMU Kota Yogyakarta dan LAZIS YBW Unisia, Selasa (25/11).
Sejak pagi, warga berkumpul di sekitar lokasi peresmian. Di antara mereka, tampak Ibu Siti (47), yang bertahun-tahun harus bangun sebelum Subuh untuk mengantre air. “Kalau kemarau, kami sering beli air tangki. Kadang cukup, kadang tidak. Dengan tandon ini, rasanya seperti punya kehidupan baru,” ujarnya sambil tersenyum.
Empat tandon yang diresmikan merupakan bagian dari program Air untuk Kehidupan, turunan dari program Air untuk Negeri yang berfokus menghadirkan solusi air bersih di wilayah rawan krisis. Tidak hanya membangun tandon, fasilitas ini juga dilengkapi pipanisasi, bak penampungan, serta jaringan distribusi yang dapat langsung dimanfaatkan sekitar 600 jiwa di Pendowo.
Pemerhati LAZISMU Kota Yogyakarta, Noviar Handi Al Faani menegaskan bahwa pembangunan tandon ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi komitmen kemanusiaan. “Ini adalah ikhtiar untuk memperkuat ketahanan air warga pedesaan. Kami ingin tandon ini menjadi solusi jangka panjang, bukan bantuan sesaat,” ujarnya.
Ketua LAZIS YBW Unisia, Agus Budi Hariyadi, menilai kolaborasi lintas lembaga disebut sebagai kunci keberhasilan. Sebelum pembangunan, dilakukan pemetaan kebutuhan, survei, serta gotong royong bersama masyarakat. “Warga terlibat dari awal sampai akhir. Ini membuat rasa memiliki mereka sangat kuat,” tambahnya.
Pemerintah Kalurahan Jepitu dan tokoh masyarakat Pendowo menyambut peresmian ini dengan penuh apresiasi. Mereka menilai fasilitas tersebut sangat strategis bagi warga yang saban tahun berhadapan dengan kekeringan berkepanjangan.
Prosesi peresmian dilakukan dengan pembukaan tirai tandon dan peninjauan ke titik lokasi bersama warga. Anak-anak tampak berlarian di sekitar area tandon, sementara para orang tua melihat aliran air pertama yang mengisi bak penampungan.
“Biasanya kami harus hemat sekali. Sekarang harapannya tidak lagi khawatir saat kemarau panjang,” kata Pak Karno (55), salah satu tokoh masyarakat Pendowo.
Dengan hadirnya empat tandon ini, warga Pendowo tak hanya mendapatkan akses air bersih, tetapi juga harapan baru untuk hidup lebih layak. LAZISMU Kota Yogyakarta dan LAZIS YBW Unisia menegaskan komitmen mereka untuk terus menghadirkan program kemanusiaan yang berdampak langsung dan berkelanjutan.
“Air adalah kehidupan. Hari ini, kita bukan hanya meresmikan tandon, tapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih sejahtera,” ucap Noviar yang juga Wakil Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.
Kini, air bersih bukan lagi mimpi yang jauh untuk masyarakat Pendowo dan sekitarnya. Tandon-tandon baru itu menjadi tanda bahwa dengan kolaborasi, harapan bisa kembali mengalir.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow