Ketua Umum PP Nasyiatul 'Aisyiyah Ajak Kader Wujudkan Muktamar Berkeadaban
SURAKARTA — Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah (PPNA) menggelar Tanwir III pada Kamis (6/8) di Hotel Dwangsa, Surakarta, sebagai rangkaian menjelang Muktamar ke-15 Nasyiatul 'Aisyiyah. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah gerakan sebelum Muktamar resmi dibuka di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Ketua Umum PP Nasyiatul 'Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa Tanwir III merupakan momentum penting untuk mengkristalkan nilai-nilai organisasi sebagai fondasi penyelenggaraan Muktamar yang berkeadaban.
"Besok pagi kita akan memulai Muktamar ke-15 Nasyiatul 'Aisyiyah di Edutorium UMS. Melalui Tanwir III ini, kita mengkristalkan nilai-nilai yang telah dibangun sebagai pijakan menuju Muktamar yang berkeadaban," ujarnya.
Tanwir III mengusung tema "Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan" dengan subtema "Berdaya dan Berdampak Sukseskan Muktamar ke-15 Nasyiatul 'Aisyiyah."
Menurut Ariati, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cerminan gerakan kader Nasyiatul 'Aisyiyah yang terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat. Hasil Sidang Pra-Muktamar menunjukkan bahwa pimpinan wilayah dan daerah telah menghadirkan berbagai program yang memberi manfaat bagi umat," katanya.
Ia menjelaskan, perempuan muda yang berdaya adalah perempuan yang memiliki kapasitas, integritas, kompetensi, serta keberanian mengambil peran. Energi kader, lanjutnya, harus diwujudkan menjadi kontribusi nyata bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, hingga kemanusiaan global dalam bingkai gerakan Muhammadiyah.
Dalam kesempatan itu, Ariati juga memaparkan sejumlah capaian organisasi selama satu periode kepemimpinan. Di bidang ekonomi, Nasyiatul 'Aisyiyah terus memperkuat kemandirian melalui APUNA serta mempersiapkan pembentukan badan usaha organisasi yang telah memperoleh persetujuan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Sementara itu, pada bidang dakwah digital dan lingkungan hidup, Nasyiatul 'Aisyiyah mengembangkan gerakan Green Nasyiah melalui berbagai program, salah satunya Eco Bhinneka yang telah dijalankan di sejumlah daerah, seperti Surakarta dan Banyuwangi. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi kader dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
"Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader Nasyiatul 'Aisyiyah, mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting," tuturnya.
Selain mengevaluasi dan membahas program strategis organisasi, Tanwir III juga mengagendakan pemilihan bakal calon formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah untuk periode mendatang.
Karena itu, Ariati mengajak seluruh peserta menjaga adab, etika, dan semangat musyawarah dalam setiap tahapan persidangan.
"Di Tanwir ini akan ada pemilihan bakal calon formatur. Mari kita tetap menghadirkan musyawarah yang bermartabat. Mari kita sukseskan Muktamar ini dengan mengedepankan adab dan etika di seluruh agenda kita, agar marwah organisasi senantiasa mencerminkan kedewasaan dalam menghadapi setiap proses permusyawaratan," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow