Ikhwan Ahada Beri Pesan Penting untuk Relawan Muhammadiyah DIY di Aceh: Luruskan Niat dan Utamakan Kebutuhan Warga

Ikhwan Ahada Beri Pesan Penting untuk Relawan Muhammadiyah DIY di Aceh: Luruskan Niat dan Utamakan Kebutuhan Warga

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., mengapresiasi Relawan Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berangkat dan bertugas mengemban misi kemanusiaan untuk penanganan bencana banjir di Aceh. 

“Semoga kehadiran Relawan Muhammadiyah DIY di wilayah terdampak bencana mampu membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat,” harap Ikhwan saat melepas Relawan Muhammadiyah DIY pada Jumat (2/1) di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No. 130 B, Rejowinangun, Kota Yogyakarta.

Pada kesempatan ini, Ikhwan Ahada menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Relawan Muhammadiyah DIY yang diberangkatkan untuk bertugas di wilayah terdampak bencana banjir di Sumatra, khususnya Aceh. Lima pesan utama ini diharapkan menjadi pegangan relawan selama menjalankan tugas di lapangan. 

Pesan pertama adalah meluruskan niat. Ia menegaskan bahwa keberangkatan relawan ke Aceh bukan untuk kepentingan pribadi. “Mari luruskan niat. Anda semua relawan berangkat ke Aceh bukan untuk healing, jalan-jalan, apalagi piknik. Ada beban berat di pundak relawan karena membawa amanah persyarikatan,” tegasnya.

Selanjutnya, penting bagi relawan memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat. Menurutnya, wilayah tugas yang akan dijalani relawan nantinya merupakan lingkungan baru yang sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja.

Relawan diharapkan mampu memahami kondisi sosial dan antropologis masyarakat setempat agar kehadirannya benar-benar memberi manfaat. “Yang dibutuhkan masyarakat adalah hal-hal mendasar untuk bertahan hidup. Maka relawan perlu membaca dan memahami karakter masyarakat Aceh dengan baik,” ujarnya.

Lalu, para relawan ditekankan untuk selalu berkoordinasi dan kerja kolektif. Ikhwan Ahada mengingatkan bahwa tidak semua persoalan bisa diselesaikan sendiri, sehingga koordinasi dengan berbagai pihak menjadi sebuah keniscayaan.

“Kekuatan Muhammadiyah ada pada jamaah, bukan individu. Bergeraklah dalam ikatan jamaah, bukan menjadi pahlawan sendirian,” pesannya.

Berkaitan dengan etika komunikasi, relawan diminta untuk pandai membawa diri dan berhati-hati dalam bertindak maupun berucap di lapangan.

“Tidak semua niat baik selalu diterima dengan baik. Bukan apa yang kita miliki untuk diberikan, tetapi apa yang mereka butuhkan itulah yang harus diupayakan. Komunikasi positif sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi,” jelasnya.

Tak kalah penting, para relawan harus mampu menjaga diri, baik secara spiritual maupun fisik. Relawan diingatkan untuk tetap menjaga ibadah, kondisi kesehatan, serta bersikap jujur dalam menyampaikan kendala yang dihadapi selama bertugas.

“Tugas ini adalah tugas suci dan luar biasa. Inilah cara Muhammadiyah memahami Islam, agama yang dihadirkan dalam tindakan, empati, dan keberpihakan pada kebutuhan mendasar masyarakat,” ungkap Ikhwan Ahada.

Beliau menutup arahannya dengan ungkapan syukur dan doa agar seluruh relawan senantiasa diberi kemudahan, kesehatan, serta keselamatan hingga kembali ke Yogyakarta.

“Bersyukur kepada Allah SWT karena teman-teman digerakkan hatinya untuk menjadi relawan, mengesampingkan ego demi kemanusiaan. Semoga seluruh relawan diberi kelancaran sampai pulang kembali,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow