Perkuat Nilai Islam dan Profesionalisme, IHT Perguruan Muhammadiyah Bayan Wujudkan Sekolah Unggul
PURWOREJO — Perguruan Muhammadiyah Bayan menggelar In House Training (IHT) bagi guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan ‘Aisyiyah se-Kecamatan Bayan pada 22–23 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kutoarjo ini mengusung tema “Meneguhkan Nilai-nilai Islam dan Pendidikan Karakter, Mewujudkan Sekolah Unggul Berkemajuan.”
Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas guru, karyawan, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bayan-Kutoarjo, serta Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Bayan-Kutoarjo. Mereka berasal dari berbagai AUM dan ‘Aisyiyah, mulai dari KB dan TK ‘Aisyiyah Jono Bayan, SD Muhammadiyah Bayan, SMP Muhammadiyah Jono, Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, hingga SMA Muhammadiyah Purworejo.
Ketua Panitia, Niken Wulandari, S.Pd.AUD., mengatakan bahwa IHT diselenggarakan sebagai upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam, pendidikan karakter, sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik dalam mewujudkan sekolah unggul dan berkemajuan.
“Alhamdulillah, Perguruan Muhammadiyah Bayan dapat melaksanakan In House Training dengan tema ‘Meneguhkan Nilai-nilai Islam dan Pendidikan Karakter, Mewujudkan Sekolah Unggul Berkemajuan’. Agenda ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas guru serta karyawan,” ujarnya.
Menurut Niken, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Bayan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia di lingkungan Muhammadiyah.
“Semoga kegiatan ini semakin memperkokoh Perguruan Muhammadiyah Bayan dan dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun,” katanya.
Ketua PCM Bayan, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag., menjelaskan bahwa pelaksanaan IHT dibagi ke dalam dua fokus utama. Hari pertama diarahkan pada penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sedangkan hari kedua difokuskan pada peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru.
“Fokus hari pertama adalah penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sedangkan hari kedua lebih menitikberatkan pada penguatan kapasitas keguruan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat bagi guru dan karyawan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Rofiq juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bayan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perguruan Muhammadiyah Bayan yang telah menginisiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan guru-guru kita semakin profesional, meningkat kinerjanya, dan semakin baik amalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahannya sehingga mampu membawa kemajuan bagi seluruh Amal Usaha Muhammadiyah di Bayan,” tuturnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Drs. H. Pujiono, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan seluruh guru dan karyawan Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah di Kecamatan Bayan tersebut.
Menurutnya, IHT menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat orientasi bersama dalam mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.
“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Semua guru dan karyawan Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah dikumpulkan untuk menyamakan persepsi dalam mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.
Pujiono menegaskan bahwa tujuan Muhammadiyah adalah menghadirkan dakwah Islam yang menggembirakan. Karena itu, para pendidik di lingkungan Muhammadiyah dituntut mampu menjadi penggerak masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Muhammadiyah.
“Teman-teman yang berada di Amal Usaha Muhammadiyah harus mampu menggerakkan masyarakat dan menjadikan lembaga pendidikan Muhammadiyah semakin unggul serta diminati masyarakat,” tegasnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi dari tokoh Muhammadiyah, akademisi, dan praktisi pendidikan.
Materi Karakter Islam Berkemajuan disampaikan Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pujiono, sementara materi Paham Agama Muhammadiyah disampaikan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Purworejo, Nif’an Nazudi, M.Ag.
Peserta juga mendapatkan materi Kepemimpinan Muhammadiyah dari H. Dandung Danadi, anggota Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua KBIHU Mukhlisin Muhammadiyah PDM Purworejo. Adapun materi Thaharah disampaikan Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah sekaligus Sekretaris Majelis Tabligh PDM Purworejo, Dr. Hermawan, M.Pd.I.
Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, Dr. (Cand.) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., membawakan materi Jiwa Kepesantrenan. Materi Membangun Budaya Sekolah Ramah Anak disampaikan Dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo, Wanodya Kusumastuti, M.Psi., sedangkan materi Menjadi Guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang Profesional disampaikan Saijan, S.Pd., M.Ag., Kepala SD Muhammadiyah Warungboto periode 2025–2029.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan senam bersama dan penyusunan tindak lanjut program yang dipimpin PCM Bayan.
Pada sesi penutupan, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah.
Salah satu penghargaan diberikan kepada Akhmad Maulidin Musdani yang berhasil mendampingi santri dalam kompetisi roket air hingga tingkat internasional. Berkat pembinaannya, tim santri mampu meraih Juara II pada ajang internasional di Malaysia setelah sebelumnya menorehkan prestasi di tingkat daerah, regional, dan nasional.
Penghargaan juga diberikan kepada Chaedar Erick Harisnamudha dan Anis Arrohman atas keberhasilannya membimbing peserta didik dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Berkat capaian tersebut, SMP Muhammadiyah Jono berhasil menempati peringkat ketujuh dari 81 SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Purworejo, peringkat kedua dari 35 SMP swasta, serta menjadi SMP Muhammadiyah terbaik di antara tujuh SMP Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Purworejo.
Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, berharap seluruh hasil dan kesepakatan yang lahir dari kegiatan tersebut dapat menjadi energi bersama untuk memajukan persyarikatan.
“Harapan kami, seluruh kesepakatan dan mufakat yang telah dibangun bersama benar-benar menjadi semangat kebersamaan untuk memajukan Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di Purworejo dan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan,” ujarnya.
Melalui In House Training ini, Perguruan Muhammadiyah Bayan berharap lahir guru-guru yang tidak hanya profesional dan kompeten, tetapi juga memiliki karakter Islami, semangat berkemajuan, serta mampu menjadi teladan dan penggerak perubahan bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
Dengan semangat “Guru Berkarakter, Sekolah Bermartabat, Muhammadiyah Berkemajuan”, Perguruan Muhammadiyah Bayan optimistis terus menghadirkan lembaga pendidikan yang unggul, berprestasi, dan semakin dipercaya masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow