ICMI DIY: Ormas Islam Telah Banyak Berkontribusi Nyata untuk Negeri

ICMI DIY: Ormas Islam Telah Banyak Berkontribusi Nyata untuk Negeri

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Peran organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam membangun bangsa dinilai sangat besar, meski kerap tidak dipublikasikan secara luas. Melalui berbagai program nyata, ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) telah lama berkontribusi dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua ICMI DIY, Prof. Dr. H. Mahfud Solihin, dalam pertemuan akhir Syawal yang digelar pada Ahad (19/4) di Museum dan Galeri Andi Bayou, Perumahan Green Garden, Yogyakarta.

Menurut Mahfud, masyarakat, terutama generasi muda perlu memahami bahwa pembangunan bangsa tidak hanya dilakukan oleh kelompok atau pihak tertentu saja. Sejak ratusan tahun lalu, ormas Islam telah berperan aktif dalam meletakkan fondasi kehidupan berbangsa yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

“Jangan dikira umat Islam melalui ormasnya tidak berperan. Muhammadiyah, NU, dan lainnya sudah lama membangun bangsa dengan cara yang nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan, kontribusi tersebut tidak selalu ditunjukkan melalui publikasi atau retorika berlebihan, melainkan melalui dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

“Membangun bangsa tidak harus berkoar-koar. Tidak harus selalu publikatif, tetapi hasilnya nyata dirasakan,” tambah dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada tersebut.

Mahfud juga mencontohkan peran Muhammadiyah yang konsisten mengembangkan pendidikan berkualitas dengan memadukan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang. Model ini dinilai berkontribusi besar dalam mencetak generasi yang berilmu sekaligus berakhlak.

Sementara itu, Penasihat ICMI DIY, Ahmad Chariz Zubair, menekankan pentingnya menjaga narasi sejarah peran umat Islam dalam perjalanan bangsa. Ia mengingatkan agar kontribusi para tokoh Islam, termasuk dari Muhammadiyah, tetap tercatat dan tidak dihilangkan dari sejarah nasional.

“Nilai keislaman dan semangat kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi penerus,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan, Mahfud mengajak untuk belajar dari negara seperti Iran dalam membangun tradisi keilmuan. Ia menilai tingkat pendidikan yang tinggi turut berkontribusi pada kemampuan masyarakat dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara lebih mendalam.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ormas Islam, khususnya Muhammadiyah, telah berada di jalur yang tepat dalam berkontribusi bagi bangsa. Namun demikian, ia mendorong agar berbagai capaian dan amal usaha yang telah dilakukan dapat dipublikasikan secara lebih luas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    2
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow