Dedi Mulyadi Ajak ‘Aisyiyah Perkuat Pendampingan Anak Rentan di Jawa Barat

Dedi Mulyadi Ajak ‘Aisyiyah Perkuat Pendampingan Anak Rentan di Jawa Barat

Smallest Font
Largest Font

GARUT — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak ‘Aisyiyah memperkuat peran sosial dalam mendampingi anak-anak yang hidup dalam kondisi rentan, seperti anak yang ditinggal orang tua bekerja di luar negeri maupun anak dari keluarga yang mengalami perpecahan (broken home). Menurutnya, keterlibatan organisasi perempuan Muhammadiyah itu dapat mendukung upaya penanganan berbagai persoalan sosial di Jawa Barat.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar di Kabupaten Garut, Senin (22/6), mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.”

Dalam sambutannya, Dedi menyampaikan bahwa visi dan gerakan Muhammadiyah selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, seperti stunting, kenakalan remaja, dan buta huruf. Ia meyakini kolaborasi dengan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dapat mempercepat penanganan masalah-masalah tersebut.

Secara khusus, Dedi berharap ‘Aisyiyah mengambil peran lebih besar dalam mendampingi anak-anak yang kehilangan perhatian keluarga akibat orang tua merantau sebagai pekerja migran maupun karena kondisi keluarga yang tidak utuh.

“Nanti ‘Aisyiyah itu turun samperin anak-anak yang nongkrong, peluk penuh cinta, ajakin ke majelis dan anterin pulang. Kalau orang tuanya tidak ada, biarkan ibu-ibu ‘Aisyiyah menjadi ibu angkat dari anak-anak yang broken home,” ujarnya.

Menurut Dedi, peran sosial Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak hanya ditujukan bagi warga Persyarikatan, tetapi juga perlu menjangkau masyarakat secara luas. Ia menilai nilai-nilai yang dikembangkan Muhammadiyah, seperti kesederhanaan, kepedulian, dan akhlak, dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengapresiasi kesederhanaan para pimpinan Muhammadiyah. Menurutnya, meskipun mengelola berbagai amal usaha dengan nilai aset yang besar, para tokoh Muhammadiyah tetap menunjukkan gaya hidup yang sederhana.

Selain persoalan keluarga, Dedi menyoroti tantangan sosial lain yang dihadapi Jawa Barat, termasuk meningkatnya berbagai persoalan yang melibatkan generasi muda. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang mengedepankan pendampingan dan kasih sayang dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini yang harus kita dakwahi, caranya selesaikan problemnya. Dia kekurangan kasih sayang. Semuanya harus kita lakukan. Ini tantangan terberat kita saat ini,” kata Dedi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, Dedi berharap berbagai persoalan sosial di Jawa Barat dapat ditangani secara lebih komprehensif, dengan pendekatan yang tidak hanya menyentuh aspek kebijakan, tetapi juga penguatan keluarga dan pendampingan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow