Dari Tepi Sungai Code, ‘Aisyiyah Gondomanan Tebarkan Dakwah Perdamaian di Milad ke-109
YOGYAKARTA — Semangat kebersamaan, kesehatan, dan dakwah kemanusiaan mewarnai peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gondomanan, Selasa (16/6). Puncak peringatan milad dipusatkan di Kalurahan Prawirodirjan dengan melibatkan seluruh unsur ‘Aisyiyah se-Cabang Gondomanan.
Ketua Panitia Milad, Farikha Lisnawati, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini dirancang untuk menghadirkan manfaat langsung bagi anggota maupun masyarakat.
“Milad kali ini diisi dengan Senam ‘Aisyiyah Bahagia, jalan sehat menyusuri tanggul Sungai Code, bazar UMKM, serta pemeriksaan kesehatan. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan Senam ‘Aisyiyah Bahagia di Pendopo Taman Perwira Prawirodirjan yang diikuti sekitar 125 anggota ‘Aisyiyah dari enam ranting di bawah PCA Gondomanan. Suasana penuh semangat terlihat saat para peserta mengikuti senam bersama sebelum melanjutkan jalan sehat menyusuri kawasan bantaran Sungai Code.
Sementara itu, acara seremonial berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Prawirodirjan. Selain dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari unsur Forkopimca Gondomanan. Bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan dari ranting-ranting ‘Aisyiyah turut memeriahkan acara.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, PCA Gondomanan juga mengadakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Program Studi Gizi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Layanan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta maupun warga sekitar.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondomanan, Wikan, mengapresiasi langkah PCA Gondomanan yang memilih ranting sebagai lokasi pelaksanaan puncak milad.
“‘Aisyiyah Gondomanan sangat bagus menyelenggarakan puncak milad di ranting. Ini dapat memperluas objek dakwah sekaligus mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Teruslah semangat dan semakin memperkokoh dakwah,” tuturnya.
Dalam refleksi Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Ketua PCA Gondomanan, Iswandari, mengajak seluruh kader menjadikan tema milad tahun ini, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Perdamaian”, sebagai gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Tema ini lahir dari keprihatinan sekaligus harapan. Kita hidup di zaman yang penuh dinamika, konflik, dan berbagai persoalan kemanusiaan. Di tengah situasi tersebut, ‘Aisyiyah dipanggil untuk menjadi penyejuk, penyambung persaudaraan, dan duta perdamaian,” ungkapnya.
Menurut Iswandari, dakwah kemanusiaan telah menjadi ruh perjuangan ‘Aisyiyah sejak didirikan oleh Siti Walidah. Sejak awal, ‘Aisyiyah tidak hanya bergerak dalam pendidikan agama, tetapi juga menghadirkan layanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai program sosial yang berpihak kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa PCA Gondomanan memiliki warisan sejarah penting dalam perjalanan dakwah perempuan Muhammadiyah, yakni keberadaan TK ABA Kauman yang dikenal sebagai taman kanak-kanak ‘Aisyiyah pertama di Indonesia, serta musala ‘Aisyiyah pertama yang menjadi bagian penting sejarah gerakan perempuan Muhammadiyah.
Menutup refleksinya, Iswandari mengajak seluruh kader untuk memperbarui komitmen perjuangan di usia ke-109 tahun.
“Marilah kita memperkuat majelis taklim sebagai pusat pencerahan dan literasi perdamaian, memperluas layanan kesehatan dan pendidikan yang menjangkau kaum dhuafa, serta meneguhkan kader-kader yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki jiwa penolong,” pesannya.
Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah PCA Gondomanan menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui ceramah, tetapi juga melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat. Dari tepian Sungai Code, semangat dakwah kemanusiaan dan perdamaian terus diteguhkan untuk menjawab berbagai tantangan zaman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow